Hutan di Kawah Putih Tinggi Raja Dirambah

Ist
LSM Projo memperlihatkan gelondongan kayu yang sudah ditebang di kawasan hutan lokasi wisata Kawah Putih Tinggi Raja.
LINE it!

NewTapanuli.com – Kawasan hutan di Nagori Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silau tepatnya di sekitar lokasi wisata Kawah Putih Tinggi Raja, diduga dibabat oleh PT TILS.

Perambahan kayu hutan ini diketahui telah berlangsung selama tiga bulan terakhir ini, dengan menggunakan alat berat.

Sementara untuk menuju lokasi, telah dibuka jalan untuk memudahkan perambahan kayu hutan tersebut.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Projo Kabupaten Yansen bersama ketua PAC Projo Dolok Silau Risno Saragih mengungkapkan kepada wartawan, Selasa (12/9), bahwa perambahan hutan itu mendapat reaksi dari masyarakat sekitar.

Sebab, aktivitas penebangan kayu itu akan berpotensi adanya bencana alam, seperti meletusnya gunung merapi Kawah Putih Tinggi Raja.
Menurut Yansen, baru-baru ini mereka sudah datang ke lokasi dan menemukan gelondongan kayu ribuan ton yang sudah ditebang dengan menggunakan alat berat.

“Kita terkejut adanya aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan itu. Makanya kita cek ke lokasi,” ungkap Yansen.

Saat di lokasi, mereka menemukan para pekerja di lokasi penebangan. di lokasi itu juga sudah ada berdiri rumah kecil sebagai kantor dan tempat tinggal para pekerja.

Salah seorang koordinator di lokoasi inisial NS mengaku bahwa penebangan itu sudah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. Tapi saat diminta surat izin tersebut, NS tidak mampu menunjukkannya. Atas dasar itu, LSM Projo menduga jika aktivitas itu ilegal.
Walaupun itu mendapat izin, LSM Projo meminta agar pemerintah segera mencabut izin tersebut.

“Kita minta agar penebangan itu dihentikan. Sebab itu berada di kawasan kawah putih. Jelas masyarakat khawatir akan adanya bencana alam seperti letusan gunung merapi,” terangnya.

Yansen pun kemdian menunjukkan foto kepada wartawan koran ini plank perusahaan yang sebelumnya dipasang di lokasi penebangan kayu.

Pada plank itu tertulis PT Tanaman Industri Lestari Simalungun. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI). SK. Menteri Kehutanan RI Nomor : SK/337/Menhut:II/2014 Tanggal 27 Maret 2014 dengan Luas 2.700 Ha.

Di plank itu juga tertulis beberapa poin terkait izin yang mereka kantongi dari Pemkab Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara.

“Jadi plank perusahaan itu sempat berdiri. Tapi akhir-akhir ini sudah tidak ada lagi. Makanya kita heran,” kata Yansen lagi.

“Jaraknya lokasi penebangan dari kawah putih itu tidak sampai satu kilo meter. Jelas ini berdampak atas kelangsungan kawah putih. Bisa saja kawah putih ini nanti kering dan kemudian gas bumi akan meledak,” ujarnya.

“Jadi kami meminta agar pemerintah dan lembaga penegak hukum segera melakukan tindakan atas aktivitas penebangan kayu ini. Poin terpenting yang kami inginkan adalah agar segala izin yang telah dikeluarkan agar dicabut,” tegas Yansen. (pra/esa)

Loading...