Pernikahan Dini Pasangan Remaja, Hanya 2 Malam, Apa yang Terjadi?

Bagikan:
Dua remaja menikah dini.

Bocah berinisial IB (14) dan ZA (15) sempat menjadi pasangan suami istri (pasutri) selama dua malam. Setelah itu, pernikahan dini pasangan remaja di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), dibatalkan karena dianggap tidak sah. Keluarga diminta untuk memisahkan mereka.

“Sebab, pernikahannya tidak sah,” ucap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tapin, Hamdani, dikutip JawaPos.com, Rabu, 18 Juli 2018.

Sesuai syariat Islam, wali yang menikahkan adalah ayah kandung atau keluarga. “Apabila tidak ada, bisa diwakilkan dengan wali hakim yang ditunjuk KUA setempat,” ujar Hamdani.

Setelah ditelusuri, IB si mempelai perempuan yang sebelumnya disebutkan yatim piatu ternyata masih punya kakak kandung yang keberadaannya belum diketahui. “Oleh sebab itulah, ini jelas kekeliruan dan perkawinan ini bisa dianggap tidak sah karena dari mempelai perempuan masih ada keluarganya,” jelas Hamdani.

Pada Selasa, 17 Juli 2018, sempat terdengar kabar bahwa keluarga ZA maupun IB hendak pergi ke Pengadilan Agama setempat untuk meminta dispensasi atas pernikahan dini tersebut.

“Hingga saat ini pukul 10.00 Wita, masih belum ada,” ungkap Masduki dari Bagian Humas Pengadilan Agama Kabupaten Tapin.

Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) mendatangi lagi kediaman JA, nenek ZA (mempelai laki-laki), di Kecamatan Binuang. Di sana terlihat rombongan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Tapin yang menggelar mediasi dengan keluarga ZA dan IB.

Ibu ZA, SA, mengatakan menerima hasil mediasi pada Sabtu, 14 Juli 2018, di Polsek Binuang yang dihadiri tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat. “Kami keluarga menerima keputusan itu,” ucapnya.

Bagikan:
Loading...