Buat Pak Sopir, Ketahuilah yang Satu Ini!!

Bagikan:
Ilustrasi

Pernahkah anda mengalami situasi dimana anda sedang berkendara tiba-tiba terlelap?
Hanya seketika. Hanya beberapa detik. Truk yang pada mulanya masih jauh jaraknya tiba tiba berada di depan mata.

MICROSLEEP adalah keadaan dimana badan ‘tidur’ sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak. Durasi microsleep adalah antara 1 hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah ‘shut down’.

Pada kecepatan 70km/j, microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/j.

Seringkali pengemudi menganggap dirinya kebal.

“Kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan kondisi mobil pun bagus.”

Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kenderaan dipacu kencang, akan mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon ‘adrenaline’ yang meningkatkan upaya ‘fight or flight’. (Fight or flight adalah situasi dimana tubuh┬ábersedia untuk menghadapi keadaan yang berbahaya: lari atau lawan).

Dan ada pula yang beranggapan bahwa jalan yang berliku seperti jalan lintas Tarutung-Sibolga dan ‘kelok 44’ di kabupaten Agam, Sumatera Barat, dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

Dua fakta diatas hanya mengundang bahaya.

Bagikan:
Loading...