SMAN Matauli Pandan Sabet Medali Emas Kompetisi KIDE

Bagikan:
Siswa SMAN Matauli yang mengikuti kompetisi di Taiwan.

NewTapanuli.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Matauli Pandan dipercaya menjadi salah satu sekolah yang mewakili Indonesia di kompetisi inovasi Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE), yang diselenggarakan di Taiwan sejak tanggal 8 hingga 10 Desember kemarin.

Hasilnya, sekolah favorite ini meraih prestasi yang sangat gemilang sekaligus membanggakan. Dari 8 medali emas, 5 perak, dan 4 perunggu, SMAN Matauli salah satu penyumbangnya.

Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori yang turut hadir pada Kompetisi tersebut dalam keterangannya mengatakan ada lebih dari 20 Negara yang mengikuti ajang tersebut. Kemudian, ada sebanyak 17 tim dari 11 sekolah dan Universitas yang bertanding.

“Indonesia berhasil memborong 17 medali. Tiga Medali Emas dari Tim Robotik Indonesia,” kata Jamil yang juga Ketua Yayasan Jamil Solution (YJS) di Sibolga, Kamis (14/12).

Untuk SMAN Matauli, ada beberapa hasil ciptaan sekolah ini yang berhasil menyumbangkan emas bagi Indonesia. Salah satunya adalah menjadikan biji Alpokat menjadi teh.

“Avoteaman atau Avocado Tea Many Benefits, biji alpokat jadi teh. Dan karya lainnya adalah Corncob Hand Sanitizer, bongkol jagung jadi pencuci tangan anti septik. Luar biasa bukan,” ungkapnya dengan penuh haru terhadap prestasi siswa-siswa SMAN Matauli tersebut.

Selain sekolah asal Kabupaten Tapteng tersebut, yang menjadi penyumbang medali bagi Indonesia, adalah SMAN 1 Denpasar dengan ‘Analydis on Active Ingredients on Ointment Made From The Extract of Gardenia augusta Leaves to Inhibit Mouth Ulcer Caused by Candida Albicans Fungus’. Kemudian, Sekolah Surya Buana Malang, dengan karyanya ‘Application of Unused Goods to The Learning of Plane Mirror in Geometrical Optic’. “Universitas Islam Indonesia, lewat karyanya ‘IRACLE (Mosquito Repellent Mat Electric) From Breadfruit Flower (Artocarpus altilis) and Frangipani Flower (Plumeria alba) Essential Oil as An Innovation of Eco-Friendly Aromatic Insecticides’,” terang politisi Golkar ini.

Kemudian masih kata Jamil, Inovasi dan Karya Desain Universitas Islam Indonesia kembali meraih emas dalam karyanya ‘Jogja Siaga, Application for Relief in Emergency’ dan ‘UNISI Doll as a Tool Overcoming Resistance in Tuberculosis Treatment’. “Terakhir penyumbang emas dari Universitas Sumatera Utara. 5 medali perak dan 4 medali perunggu disumbangkan untuk Indonesia,” pungkas Jamil.

Menurutnya, ini bukan hanya sekedar kompetisi. Juga merupakan pameran pertama yang menggabungkan inovasi, karya desain, dan konferensi internasional dalam satu acara. “Di dalamnya, lebih dari 500 proyek inovasi dipamerkan dan ikut berkompetisi. Suatu kehormatan, saya bisa mendampingi perwakilan dari SMAN Matauli di Ajang Inovasi Internasional di Koarsiung taiwan kali ini,” ucapnya.

Pada ajang Internasional tersebut, SMAN Matauli kata Jamil menurunkan sebanyak 2 tim yang beradu kebolehan dengan beberapa negara maju lainnya. “Guru pembimbingnya, Dicky, yang beranggotakan, Bintang. Ada 2 tim, tim chas, beranggotakan Andrea Jhonsius Manurung, Mutiah Holil Nasution, Tiara Jamil Kharisma Abadi Zebua, Emilia Fadillah Hutagalung dan Dicky Mahaputra Tarigan. Tim avoteaman, Afga Satria Prayoga, Jossy Fareza Tanjung, Kristian Anugerah Gea, Salman Raihan, Zidan, Dicky Tarigan,” paparnya.

Atas prestasi siswa SMAN Matauli tersebut, Jamil mengaku sangat bangga. Letih yang dirasakannya selama perjalanan, seakan terbayar dengan medali yang berhasil digondol pulang ke Indonesia. “Saya bangga melihat semangat mereka berjuang sampai ke Koarsiung Taiwan yang akhirnya mampu membawa nama baik Indonesia di ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE ),” pungkasnya. (ts)

Bagikan:
Loading...