KPU Tobasa Petakan dan Siasati Pendistribusian Logistik

Bagikan:
Ketua KPU Tobasa Henri M Pardosi bersama komisioner KPU lainnya menerima kunjungan rombongan Plt Sekda Tobasa Harapan Napitupulu, Senin (11/2). (Freddy/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TOBASA – Persiapan perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 di Kabupaten Toba Samosir terus dimatangkan. Bahkan KPU Tobasa sendiri telah memetakan dan mensiasati kerawanan pendistribusian logistik ke desa-desa di Tobasa.

KPU Tobasa Hendri M Pardosi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi sejumlah kendala yang mungkin terjadi, salah satunya terkait distribusi logistik khusus ke sejumlah desa yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat. “Ada beberapa desa di Tobasa yang akses jalan masih sulit dilalui, bahkan sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” kata Henri di hadapan Plt Sekda Tobasa Harapan Napitupulu dan rombongan saat monitoring ke KPU Tobasa SH, Senin (11/2).

Henri mencontohkan, seperti di Desa Jambu Dolok akses jalan tidak dapat dilalui sama sekali baik kendaraan roda dua dan roda empat. “Jadi, distribusi logistik ke daerah tersebut terpaksa dengan jalan kaki yang jarak tempuhnya membutuhkan waktu selama 4 jam,” ungkap Hendri.

Selain ada desa yang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, sambungnya, bahkan ada sejumlah desa yang bisa ditempuh hanya melalui jalur danau. “Contohnya Desa Sigapiton dan Sirukkungon, distribusi logistik Pemilu ke daerah itu harus menggunakan angkutan danau. Kondisi itupun menjadi perhatian khusus jajaran KPU Tobasa. Kemudian, beberapa desa di daerah itu yang akses jalannya hanya dapat dilalui kendaraan khusus,” terangnya.

Menurutnya, solusi untuk persoalan-persoalan seperti itu harus sudah dapat jauh-jauh hari sebelumnya dan upaya apa yang harus dilakukan agar logistik aman sampai ke lokasi dimaksud. “Untuk itulah, KPU membutuhkan bantuan semua pihak, baik aparat kepolisian, juga dari Pemkab Tobasa sendiri,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Hendri juga mengajak semua pihak untuk menghindari isu SARA, informasi hoaks dan ujaran kebencian yang dapat menciderai citra demokrasi di daerah itu. “Juga menghindari praktik politik uang,” pungkasnya seraya mengatakan sejak dini pihaknya juga telah melakukan deteksi sejumlah potensi masalah khususnya pada hari pemilihan.

Pemilu serentak tahun ini, sambungnya, adalah Pemilu paling rumit, sehingga, selain mengejar target partisipasi pemilih dengan berbagai bentuk sosialisasi, pihaknya juga harus bekerjakeras membekali KPPS yang bertugas melakukan pemungutan dan penghitungan suara di TPS nanti. “Pemilu kali ini rumit. PPK, PPS harus paham khususnya dalam proses penghitungan suara, sebab merekalah sebagai ujung tombak melakukan penguatan kepada KPPS yang akan bertugas nanti. Kemudian, dalam rekrutmen terbuka KPPS nanti, harus diseleksi sehingga mendapatkan potensi-potensi terbaik,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, Pemilu Tobasa dapat berlangsung sukses. Dan hal itu juga tidak terlepas dari partisipasi banyak pihak, baik penyelenggara, Pemerintah, Kepolisian, Partai Politik, dan masyarakat didaerah itu. (ft/rb/nt)

 

Bagikan:
Loading...