Di Lumban Julu Jalan Rusak Menunggu Korban

Bagikan:
Sejumlah mobil saat melintasi Jalinsum di Desa Lintong Julu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir yang rusak parah, Selasa (5/2).(Ridwan Butarbutar/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TOBASA – Sejumlah lubang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di kawasan Lumbanjulu menunggu korban. Lobang ‘maut’ tersebut sudah ada sejak beberapa bulan belakangan ini, namun tak kunjung ditangani pihak terkait.

Jika diamati, lobang-lobang yang menganga itu diperkirakan memiliki diameter lebar bervariasi antara 30 – 60 senti meter dan kedalaman sekira 10 – 15 sentimeter. Letaknya juga kebanyakan berada di tengah badan Jalinsum, sehingga sangat berbahaya apalagi laju kendaraan berkecepatan tinggi.

Salah seorang pengendara, Roni Sitorus (46) mengaku selalu mengeluh jika melintasi jalanan di kawasan Lumban Julu, salah satunya yang teradapat di Desa Lintong Julu, Kecamatan Lumban Julu. “Kondisinya rusak parah dan berlubang cukup dalam. Apalagi dari arah Medan atau Tarutung kondisi jalan cukup mulus dan lurus, sesampainya di lokasi kita kaget dan terjebak dengan kondisi jalan yang cukup rusak,” ketusnya.

Dia mengaku, sering kendaraan bermotor nyaris bertabrakan akibat menghindari rusaknya jalan di lokasi itu. “Sebab jika dilihat, seluruh badan jalan memang sudah rusak, dan kerap pengemudi bingung sekaligus panik tiba-tiba melihat rusaknya jalan. Apalagi pengemudi mobil berukuran kecil seperti sedan ataupun sepeda motor,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, situasi lalu lintas yang melintasi Jalinsum agak ramai dan tentunya lubang menganga sepanjang Jalinsum mengancam keselamatan pengendara bermotor. “Banyaknya jalan berlubang di sepanjang Jalinsum itu benar-benar berbahaya bagi pengguna kendaraan. Sehingga perlu kehati-hatian, terutama bagi pengendara luar daerah,” tukasnya.

Salah seorang warga setempat yang enggan dituliskan namanya mengatakan, meskipun kerusakan sudah terjadi cukup lama, belum ada upaya pemerintah untuk kembali memperbaikinya. “Akibatnya, lubang semakin lebar dan dalam. Padahal, jalan lintas tersebut adalah salah satu jalur utama yang dilalui kendaraan antar kota di Sumatera Utara ini,” tandasnya. (rb/nt)

Bagikan:
Loading...