Pasar Laguboti Ditertibkan, Pedagang Marah-marah

Bagikan:
Satu unit alat berat beserta sejumlah personil Satpol PP Tobasa melakukan penertiban di kawasan pasar Laguboti, Jumat (1/2). (Freddy/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TOBASA – Para pedagang di kawasan pasar Laguboti, Toba Samosir meminta agar pemerintah setempat tidak sesuka hatinya melakukan penertiban dengan cara merobohkan bangunan kanopi yang mereka bangun.

Salah seorang pedagang, Rumondang Simatupang sambil beteriak disela-sela aksi penertiban yang dilakukan Pemkab Tobasa, Jumat (1/2) mengatakan, sebagian besar kanopi yang dipasang dianggap tidak mengganggu fasilitas umum. “Ini (kanopi, red) tidak menganggu, kenapa harus dirubuhkan. Jangan suka-suka pemerintah saja,” seru Rumondang.

Menurutnya, meski mereka hanya sebatas menyewa di tanah milik Pemkab Tobasa itu, namun mereka tetap berhak untuk mendapat perlindungan. “Kalaupun kami hanya menyewa, kami juga berhak mendapatkan keadilan dan perlindungan. Bukan jadi sesuka pemerintah menghancurkannya,” ketusnya.

Senada itu, pedagang lainnya K Simatupang mengatakan, mereka membangun kanopi di depan ruko mereka untuk melindungi barang dagangan dari terik panas dan hujan, serta memberikan rasa nyaman kepada konsumen. “Bukan dijadikan sebagai tempat memajang dagangan. Apalagi kanopi itu kami dirikan diluar parit. Jadi kami anggap tidak menganggu fasilitas umum. Padahal, orang lain yang jualan didepan ruko kami ini diperbolehkan,” katanya.

Menurut dia, hal yang paling penting dilakukan pemerintah adalah membersihkan dan memperbaiki parit di seputaran pasar yang selalu tumpat. “Pemerintah seharusnya memberikan rasa nyaman kepada mereka yang menyewa, tetapi malah membuat persoalan baru. Kami bayar pajak, retribusi, tapi kena justru kanopi kami yang tidak menganggu dirubuhkan secara paksa,” ketusnya.

Lihat Videonya :

Sementara Kasatpol PP Tobasa Tito Siahaan mengatakan, penertiban itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan di wilayah Laguboti, serta untuk penataan kota. “Sejumlah bangunan yang didirikan diluar hak sewa atau di ruang publik akan dirubuhkan, bailk berupa kanopi dan bentuk bangunan lainnya. Apalagi sebelumnya penertiban ini sudah kita sosialisasikan, lalu dilayangkan surat teguran. Namun karena tidak ada yang mengindahkan, terpaksa kita lakukan penertiban ini,” tegas Tito.

Dia memamparkan, penertiban itu meliputi seputaran pasar Laguboti mulai dari Jalan Sisingamangaraja sebanyak 17 unit, Jalan Patuan Anggi 32 unit, Jalan Patuan Nagari 31 unit dan di Jalan Ahmad Yani 14 unit. “Adapun petugas yang diturunkan melakukan penertiban yakni, 30 orang personil Satpol PP, 13 personil TNI, 8 personil Polisi, petugas Disperinkop 9 orang, petugas Dishub 4 orang, PU 2 orang, serta aparat Pemerintah Kecamatan Laguboti,” tandasnya lantas menambahkan penertiban yang sama akan dilakukan di seputaran Balige, Porsea, dan Ajibata.

Pantauan dilapangan, aksi penertiban itu tidak mendapat perlawanan secara langsung dari pedagang, hanya sebatas aksi protes pedagang dengan teriak-teriak disela-sela penertiban.

Sementara sejumlah pejabat terlihat hadir dalam penertiban itu yakni Kasatpol PP Tobasa Tito Siahaan, Kadisperinkop-UKM Tobasa Marsarasi Simanjuntak, Camat Laguboti Nelly Lumbantobing dan tim lainnya. (ft/rb/nt)

Bagikan:
Loading...