Bangunan IPAL Dituding Hamburkan Uang Rakyat

Bagikan:
Bangunan IPAL di Jalan Pdt Leman, Balige yang berada di aliran sungai dan sampai saat ini tidak berfungsi. Foto diabadikan, Rabu (16/1), di Balige.

NewTapanuli.com, TOBASA – Bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Sungai Aek Simatemate, tepatnya di Jalan Pdt Leman, Balige, Toba Samosir dianggap menghamburkan uang negara. Tak hanya itu, bangunan yang dibangun sejak akhir tahun 2017 lalu itu juga dituding merusak aliran sungai.

Salah seorang warga, Parlin Sianipar menuding bangunan IPAL tersebut telah salah mulai dari program perencanaan sebelumnya, belum lagi bangunan tersebut hingga saat ini tidak difungsikan. “Didepan mata kita sendiri, uang negara, uang kita terbuang sia-sia. Ada miliaran rupiah anggaran yang digelontorkan untuk bangunan itu, tetapi hingga saat ini juga tidak difungsikan,” tutur Parlin yang dimintai tanggapannya terkait IPAL di Sungai Simatemate, Balige Rabu (16/1).

Pria alumni Megister Teknik ITB Bandung tahun 1999 itu menilai, bahwa bangunan itu juga telah merusak aliran sungai, sebab tidak selayaknya ada bangunan di bantaran sungai. “Terlebih bangunan itu milik pemerintah, yang seyogianya lebih mengetahui peraturan,” tukasnya.

Menurutnya, program yang tidak tepat sasaran seperti itu harus mendapat respon dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga program yang sama tidak terjadi lagi. “Sekalipun anggaran pembangunan proyek itu dari Kementerian PUPR, tentunya program ini pengajuan dari pemda setempat. Seyogianya, pemerintah setempat juga harus harus mengajukan program yang tepat guna, tepat sasaran dan dengan perencanaan yang matang,” paparnya.

Seperti diketahui, IPAL tersebut dibangun sejak akhir tahun 2017 lalu dengan APBN, dan dimaksudkan untuk mengurangi pencemaran air Danau Toba. Direncanakan IPAL tersebut juga untuk melayani rumah tangga di sekitar Kecamatan Balige untuk skala 200 rumah tangga. Sayangnya, hingga saat ini belum juga difungsikan. (ft/rb/nt)

Bagikan:
Loading...