Kebijakan BPJS Kesehatan Rugikan Masyarakat

Bagikan:
Pasien rawat inap Togar Hasibuan saat dirawat di RSU HKBP Balige. Karena tidak menggunakan kartu BPJS, pasien ini harus membayar mahal biaya perobatan. (Rikson Sirait/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TOBASA – Mulai tanggal 1 Januari, BPJS Cabang Tobasa secara resmi memutus kontrak kerjasama dengan pihak Rumah Sakit Umum (RSU) HKBP Balige. Akibatnya, warga yang berobat ke RSU HKBP Balige tidak bisa lagi menggunakan BPJS.

Menurut warga, kebijakan BPJS tersebut dinilai menyengsarakan masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS. ”Selaku warga, kami jelas dirugikan kebijakan BPJS itu. Saat ini, suami saya Togar Hasibuan (72) yang dirawat di RSU Balige tidak bisa lagi menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Padahal, kami secara rutin membayar iuran untuk kelas tiga setiap bulannya,” ujar Armina Butarbutar (71) warga Desa Tarabunga, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) saat ditemui di RSU HKBP Balige, Selasa (15/1).

Dia mengatakan, tidak ada gunanya mereka melakukan pembayaran iuran BPJS setiap bulannya, namun tidak bisa digunakan. “Kalau diputus kerjasama dengan rumah sakit ini, bagaimana nasib kami? Kenapa kami dikorbankan. Kalau ada masalah, jangan kami masyarakat yang dikorbankan,” ketus Armina dan diamini anak-anaknya.

Dia mengatakan, keluarga terpaksa harus membawa pasien ke RSU HKBP Balige, karena kondisinya pada saat itu sedang kritis. Sedangkan kalau dibawa ke RS Porsea, harus menempuh jarak hingga 25 kilometer. ”Kalau pasien dibawa ke Rumah Sakit Porsea, pastinya pasien tidak tahan menahan sakit. Nggak tahu apa yang akan terjadi dengan pasien kalau harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer. Kami pun bingung, mau uang dari mana kami buat bayar perobatan bapak ini. Sementara bapak terdaftar sebagai pasien umum,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Cabang BPJS Tobasa Dolok Siagian, saat ditemui di kantornya membenarkan adanya pemutusan kontrak kerjasama antara BPJS Kesehatan Tobasa dengan RSU HKBP Balige, terhitung sejak 1 Januari 2019 lalu. “Kontrak yang kita buat dengan pihak rumah sakit biasanya per tahun, mulai 1 Januari hingga 31 Desember. Artinya, pemutusan kontrak dengan RSU HKBP Balige tidak pemutusan kontrak kerjasama di tengah jalan,” jelasnya.

Menurutnya, dasar pemutusan kontrak kerjasama tersebut karena adanya surat somasi dari pengurus Yayasan HKBP yang lama kepada BPJS Kesehatan Tobasa. Dimana adanya terjadi permasalahan internal Yayasan HKBP yang berimbas kepada nama BPJS Kesehatan. “Isi somasi tersebut diantaranya, agar pihak BPJS Kesehatan Tobasa tidak melayani klaim kepada RSU HKBP Balige. Berdasarkan somasi tersebut, pihak BPJS Kesehatan pun mengambil kebijakan dengan melakukan pemutusan kerjasama sementara dengan pihak RSU HKBP Balige,” tuturnya.

Dampak permasalahan internal tersebut, sambungnya, juga berakibat terhadap pelayanan di RSU HKBP Balige yang dinilai kurang baik, dan juga salah satu alasan pemberhentian kerjasama tersebut. “Kita punya bukti, sejak adanya permasalahan internal bahwa pelayanan di RSU Balige tidak maksimal. Bahkan obat-obatan serius juga kosong. Begitupun, kalau semua permasalahan internal sudah selesai, kerjasama bisa dilaksanakan lagi,” bebernya.

Sebelum melakukan pemutusan kerjasama tersebut, lanjutnya, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Tobasa. “Tujuan kita yakni, agar pemerintah daerah mengetahui terkait pemutusan kerjasama tersebut,” tandasnya.

Pasien RSU HKBP Sepi

Terpisah, Plt Dirut RSU HKBP Balige dr Nelson Siburian membenarkan adanya pemutusan kontrak kerjasama yang dilakukan BPJS Kesehatan Tobasa dengan RSU HKBP Balige. “Dampaknya, pasien RSU HKBP Balige sepi. Biasanya yang rawat inap sampai ratusan, dan yang rawat jalan dan ke poli klinik biasanya ramai,” katanya.

Meskipun sepi pasien, sambungnya, pelayanan di RSU HKBP Balige tetap berjalan seperti biasanya dan pihak managemen RSU HKBP Balige juga selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasiennya. “Pelayanan tetap berjalan seperti biasanya. Kepada perawat, bidan, dokter atau pegawai hingga saat ini tidak ada PHK, semua seperti biasanya tetap bekerja,” jelasnya.

Dia mengatakan, pasca pengangkatan pengurus Yayasan HKBP yang baru dan pengangkatan direktur RSU HKBP Balige yang baru sudah pernah diusulkan kembali kepada BPJS Kesehatan Tobasa untuk dilakukan kerjasama. “Namun, pimpinan BPJS Kesehatan Tobasa tetap tidak bersedia menjalin kerjasama dengan alasan agar konflik di internal diselesaikan terlebih dahulu. Harapan kita, pihak BPJS Kesehatan Tobasa juga jangan terlalu dalam mencampuri masalah internal. Kalau ada masalah di internal, biarlah kami yang menyelesaikan,” tandasnya. (mag01/osi/rb/nt)

Bagikan:
Loading...