Pemkab Tobasa Diminta Serius Tangani Sampah

Bagikan:
Tumpukan sampah berserakan di seputaran Jalan Nasional. Sementara masyarakat menuding petugas kebersihan tidak serius melaksanakan tugasnya. (FREDDY TOBING/NEW TAPANULI)

NewTapanuli.com, TOBASA – Masalah kebersihan lingkungan di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mendapat sorotan dari masyarakat. Sebagai salah satu daerah yang sedang gencar membangun sektor Pariwisata, dianggap kurang serius menangani persoalan sampah yang dapat merusak citra sektor pariwisata didaerah itu.

Salah seorang warga, Parlaungan Sibarani (47) mengatakan, pengembangan sektor pariwisata, tidak cukup hanya membenahi infrastruktur dan fasilitas wisata saja, namun kebersihan lingkungan juga harus mendapat perhatian serius.

“Jika kita bandingkan dengan kabupaten tetangga, penanggulangan sampah di Tobasa masih sangat jauh dari yang kita harapkan. Disejumlah pusat kota di Tobasa seperti Balige, Laguboti, Porsea, Ajibata dan lainnya masih terlihat banyak sampah berserakan. Ini membuktikan bahwa pemerintah kurang serius menangani persoalan sampah,” ujar Parlaungan ketika dimintai tanggapannya saat berkunjung di pantai Parparean, Minggu (6/1).

Menurutnya, kondisi itu terjadi akibat tidak berperan aktif petugas kebersihan sebagai ujungtombak penanggulangan kebersihan yang difasilitasi pemerintah setempat.
“Tobasa hendaknya belajar lah dengan daerah lainnya bagaimana cara mengelola sampah dengan baik. Misalnya dengan Kota Sibolga yang tak jauh dari Tobasa, petugas kebersihan disana lebih aktif dengan melakukan kebersihan dua kali dalam sehari, pagi dan sore hari. Alhasil, daerah itu tampak selalu bersih dan akhirnya mendapat penghargaan Adipura,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Rahmad Samosir (37), warga lainnya mengatakan instansi terkait terlihat kurang profesional, baik menyangkut ketersediaan bak atau tong sampah, tenaga kebersihan, juga fasilitas pengangkutan sampah serta pengelolaan sampah di TPA.

“Kita minta kepada masyarakat serta pengelola objek wisata peduli masalah kebersihan, minimal di lingkungannya. Pemda setempat juga untuk memperhatikan hal ini, sebab jika persoalan kebersihan ini terabaikan, akan merusak citra sektor pariwisata didaerah ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mintar Manurung belum berhasil dikonfirmasi, dan berulang kali dihubungi melalui telepon selulernya, tidak ada jawaban.
Sementara, Kabag Humas Robinson Siagian saat dihubungi via seluler terkesan buang badan.

“Yang menangani kebersihan itu Dinas Lingkungan Hidup. Tidak etis kalau saya yang menjawab,” ujarnya singkat. (ft/rb/nt).

Bagikan:
Loading...