Longsor Susulan Terjadi, 10 KK Mengungsi

Bagikan:
Tampak sejumlah warga berjalan kaki melintasi timbunan longsor yang menutup badan jalan Pintupohan-Asahan, Jumat (14/12/18). (Freddy Tobing/NEW TAPANULI)

NewTapanuli.com, Tobasa – Pasca longsor susulan di Desa Halado, Kecamatan Pintupohan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Jumat (14/12) pagi, akses jalan Pintupohan – Asahan tertutup total. Kemudian 10 kepala-keluarga (KK) yang bertempat tinggal di lokasi kejadian mengungsi.

“Kemarin, badan jalan ini sudah dibersihkan dan dapat dilalui kendaraan. Tetapi terjadi longsor susulan hingga jalan ini kembali tertutup. Kita khawatir dengan keselamatan warga disekitarnya,” terang Kepala BPBD Tobasa Herbet Pasaribu.

Dijelaskan, terjadi bencana tanah longsor yang menimpa 3 unit rumah di Desa Halado tepatnya di Jalan Lintas Sigura-gura, Kecamatan Pintupohan Meranti – Asahan, pada Rabu (12/12) malam sekira pukul 23.30 WIB. Kejadian itu melibatkan 15 warga, 5 di antaranya dinyatakan selamat, 8 ditemukan meninggal dunia, dan dua masih dalam pencarian.

Setelah longsor pertama, terjadi longsor kedua sekitar 3 jam kemudian. Selanjutnya, terjadi longsor susulan ketiga pada Jumat (14/12) pagi. Lonsor ketiga ini membawa material tanah yang cukub banyak dan menimbun rumah yang bekas tertimbun dan badan jalan. Selain menutup badan jalan, timbunan ini mempersulit proses pencarian korban hilang.

“Kita kawatir perbukitan ini juga rentan longsor dan mengancam pemukiman di daerah ini,” tutur Wakil Bupati Tobasa Ir Hulman Sitorus yang diwawancarai dilokasi kejadian.

Pantauan di lapangan, permukiman masyarakat di lokasi kejadian berada di lereng bukit. Sehingga pada saat musim penghujan, daerah itu rawan bencana longsor. Namun menurut warga sekitar, baru kali ini terjadi bencana longsor separah itu di daerah mereka. (ft/nt)

Bagikan:
Loading...