IPM Tobasa Membaik, Peringkat 3 di Sumut

Bagikan:
Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Tobasa dr Pontas H Batubara MKes saat menyampaikan paparan dalam acara Pembinaan Keluarga Berencana yang diselenggarakan di Ballroom Marsaringar di Balige. (Freddy Tobing/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TOBASA – Dinilai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) tercatat nomor 3 terbaik di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tobasa, dr Pontas H Batubara MKes dalam acara Pembinaan Keluarga Berencana Bagi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Adat yang diselenggarakan di Ballroom Marsaringar, di Balige, Kamis (29/11).

“Dari segi IPM, kita (Tobasa, red) nomor 3 terbaik se Kabupaten/Kota di Sumut tahun 2017, dan nomor 1 terbaik se-Kabupaten di Sumut,” tutur dr Pontas dalam paparannya.
Dijelaskan, ada 3 komponen IPM, yakni, angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, serta pengeluaran per Kapita.

IPM terbaik di Sumut diraih Pemerintah Kota Medan dengan IPM 79,98. sedang Tobasa berada di angka 73,87.

Di samping itu, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tobasa juga membaik, di mana terjadi penurunan drastis sejak 20 tahun terakhir.

“Dari 0,29, turun hingga di angka minus,” jelasnya.

Meski demikian, melalui kegiatan itu pihaknya berharap kepedulian seluruh masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kependudukan. Baik menyangkut pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, penataan persebaran dan mobilitas penduduk, pembangunan keluarga sejahtera. Sehingga tercipta generasi yang sehat, keluarga hebat da tangguh.

Sosialisasi itu juga diharapkan agar tokoh masyarakat dan agama turut berperan aktif dalam pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Meyakinkan masyarakat bahwa program KB tidak bertentangan dengan adat dan ajaran agama. Memberi pemahaman bahwa program KB bertujuan untuk mengatur jarak kehamilan, bukan membatasi memiliki anak.

“Program KB bukan semata- mata membatasi memiliki anak. Tetapi untuk mengatur jarak kehamilan,” ungkapnya.

Pihaknya juga berpesan agar seluruh orangtua peduli terhadap pengaruh negatif tegnologi saat ini yang mana jika tanpa pengawasan dapat merusak mental generasi muda. Kemudian menjaga generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan penyakit menular HIV/AIDS, serta menyiapkan anak-anak menikah pada usia dewasa. (ft/osi/nt)

Bagikan:
Loading...