Warga Ricuh di Ruang Kerja Bupati Tobasa

Bagikan:
Sekitar 30-an warga Hinalang memadati pintu depan ruang kerja Bupati Tobasa dalam aksi protes penertiban IMB. (Freddy Tobing/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TOBASA – Sekitar 30-an warga Desa Hinalang, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mendatangi kantor Bupati dan kemudian masuk menuju ruang kerja Bupati setempat, Selasa (27/11) pagi.

Mereka protes atas penertiban Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilaksanakan petugas Satpol PP.

Aksi spontanitas itu sempat membuat ruang tunggu Bupati riuh saat massa meminta langsung bertemu Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian. Hingga akhirnya Plt Sekda Harapan Napitupulu mengajak warga dan perwakilan warga diajak bertatap muka langsung di ruang kerjanya mengenai aksi protes itu.

Natal Siahaan, warga Hinalang yang juga selaku abang kandung Haholongan Siahaan pemilik bangunan yang mendapat penertibkan Satpol PP menerangkan, mereka protes atas tindakan Satpol PP yang datang tiba-tiba melakukan penertiban, tanpa ada pemberitahuan.

Dijelaskan, saat rombongan Satpol PP sekitar 20 orang tiba, mereka ditanyai terkait IMB. Sayangnya, mereka tidak memiliki itu. Lantas, petugas Satpol PP meminta proses pembangunan dihentikan, sambari akan menyita sejumlah alat- alat bangunan.

Mendapat perlakuan itu, sontak warga protes dan bersikeras tidak bersedia jika ada penyitaan.

“Sama sekali tidak ada pemberitahuan. Tiba- tiba saja datang petugas ramai-ramai mau menyita. Mamak saya sampai pingsan karena kaget melihat kejadian itu,” kata Natal yang diwawancarai di depan ruang kerja Bupati.

Menurutnya, baru kali ini ada penertiban di desa mereka. Atas alasan itu, pihaknya curiga bahwa ada alasan lain atas penertiban itu.

“Yang bangun rumah di desa kami sekarang, bukan hanya adikku. Tetapi kenapa hanya rumah adikku yang di tertibkan?” Ungkapnya.

Kepala Desa Hinalang, Andi J Siahaan yang diwawancarai dalam aksi itu menyebutkan, bahwa pihaknya sangat kecewa dengan sikap petugas Satpol PP tanpa pemberitahuan. Kondisi itu menurutnya membuat warga trauma.

“Baiknya diberitahukan sebelumnya. Bukan langsung datang ramai- ramai melakukan penertiban,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Sekda Tobasa Harapan Napitupulu SH yang diwawancarai terkait aksi protes itu menyebutkan bahwa pihaknya memberhentikan sementara penertiban. Katanya, dalam proses penertiban harus menganut pola kearifan lokal.

“Kemungkinan pola penertiban kurang tepat, sehingga tidak dapat diterima masyarakat. Jadi kita akan bahas pola yang tepat untuk menerapkan Perda ini, sehingga dapat diterima masyarakat dengan baik ,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Tito Siahaan menyebutkan bahwa kehadiran Satpol PP melakukan penertiban adalah untuk menegakkan Perda terkait IMB.

“Mereka resmi mendapat surat tugas untuk penegakan Perda. Tidak ada unsur lain ,” ungkapnya singkat. (ft/osi/nt)

Bagikan:
Loading...