Bupati dan Wabup Tobasa Uji Nyali

Freddy Tobing/ New Tapanuli
Bupati Darwin Siagian, Wakapolres, Ketua TP PKK Ny Ritawaty Darwin Siagian dan lainnya mengikuti eksibisi Arung Jeram di Sungai Asahan.
LINE it!

NewTapanuli.com, TOBASA – Bupati Toba Samosir (Tobasa) Ir Darwin Siagian dan Wakil Bupati Ir Hulman Sitorus MM uji nyali di Sungai Asahan.

Dengan mengenakan helm, pelampung dan dayung ditangan, Bupati dan Wabup bersama Ketua TP PKK Ny Ritawati Darwin Siagian Ny Iin Hulman Sitorus, Wakapolres, Plt Sekdakab Harapan Napitupulu dan puluhan peserta Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kepemanduan Arung Jeram se Sumatera Utara melakukan eksibisi Arung Jeram. Titik start Dusun Batu Mamak Desa Maranti Utara dan finish di Bedeng Kabupaten Asahan, Selasa (7/8).

Arung Jeram dilaksanakan sebagai tanda Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kepemanduan Arung Jeram se Sumatera Utara yang diselenggarakan atas kerjasama Yayasan Ruminsa Nabasa Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), didukung Pemkab Tobasa, Inalum, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Tobasa dan lainnya. Sebelumnya semua peserta sudah mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi selama 5 hari sejak tanggal 3 Agustus lalu.

Sebelum rombongan Bupati dan Wabup meluncur, Ketua Yayasan Ruminsa Nabasa Indonesia, Tigor Marpaung mengaku sempat ragu. Tetapi setelah pelatihan berjalan, banyak dukungan mereka terima termasuk dari Pemkab Tobasa. Karenanya Tigor mengaku bangga dan berterimakasih Bupati -Wabup Tobasa dan pihak lain yang mendukung pelatihannya.

Perwakilan Kemenpar dan Ekonomi Kreatif RI Santa Tambunan, menyampaikan terimakasih kepada Pemkab dan masyarakat Tobasa karena telah mendukung pelatihan sehingga berjalan baik.

Dijelaskan target SDM untuk mereka sertifikasi sebanyak 75 ribu, terdiri dari 37.500 di sektor industri dan 37.500 di sektor Pendidikan dan Perguruan Tinggi.

Pelaksanaan Sertifikasi dikatakan didasarkan pada Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di bidang Pariwisata, Perjanjian MEA dan Peraturan Menteri tentang Standar Usaha Hotel, dimana hotel wajib memiliki 50 persen karyawan yang tersertifikasi Kompetensi oleh LSP.

Sementara tujuan uji kompetensi dikatakan supaya semua pemandu wisata Arung Jeram memiliki bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh LSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Bupati Darwin Siagian mengaku bangga kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi dilaksanakan di daerahnya. Karena pelatihan dan sertifikasi kompetensi diakui merupakan suatu hal yang penting bagi warganya untuk mendapatkan sertifikasi dalam mendukung peningkatan pariwisata dikawasan danau Toba, khususnya di Kabupaten Tobasa.

Itu sebabnya, diakui begitu ia dari Jakarta tiba di Bandara Silangit, langsung menuju Dusun Batu Mamak Desa Maranti Utara Kecamatan Pintu Pohan Maranti untuk mengikuti rangkaian acara penutupan pelatihan dan sertifikasi kompetensi serta eksibisi Arung Jeram bersama seluruh peserta pelatihan.

“Jadi saya hadir karena momen ini penting. Karena itu begitu tiba di Bandara Silangit, saya langsung ke sini,” ujarnya disambut applause puluhan peserta pelatihan dan sertifikasi kompetensi dari berbagai daerah di Sumatera Utara termasuk dari luar Sumut yakni Aceh dan Bandung. (ft/rah/nt)

Loading...