Pemkab Tobasa Raih WTP, Bupati Bilang Tak Ada Sogok Menyogok

Freddy/ New Tapanuli
Bupati Tobasa, Sekda, staf ahli dan aisten beserta pimpinan SKPD Pemkab Tobasa usai konferensi pers terkait capaian Opini WTP, Kamis (1/6).
LINE it!

NewTapanuli.com, TOBASA – Sejak berdiri menjadi Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), hingga saat ini usainya mencapai 18 tahun, baru kali Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tobasa Tahun Anggaran 2016 mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian menegaskan bahwa capaian itu adalah hasil kerja keras banyak pihak dan tidak ada sogok menyogok.

“Mendapat kabar bahwa kita (Pemkab Tobasa) dapat WTP, awalnya saya merasa sedikit kurang semangat. Sebab, ada di media kita dengar bahwa ada sogok menyogok agar dapat WTP. Wah, jangan-jangan kalau kita dapat WTP, dibilang orang kita ikut nyogok. Lantas saya berfikir, bahwa kita itu nggak ada sogok menyogok. Kalau kita dapat, itu hasil kerja keras kita semua. Jadi, yakinlah bahwa kita tidak ikut nyogok,” ujar Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian dalam temu pers di pelataran Kantor Bupati Tobasa di Balige, Kamis (1/5).

Dijelaskan, untuk mencapia WTP, banyak hal yang sudah dibenahi dan dilakukan, termasuk harus marah-marah kepada bawahan. “Semua tahapan kita kerjakan. Macam-macam yang saya lakukan, marah, membujuk dan ketawa, bagaimana ini bisa tercapai. Bahkan, lantaran ada dinas yang tidak selesai, saya tongkrongi dinasnya,” terang Darwin.

Diakuinya, meski telah mendapat WTP, bukan berarti tidak ada lagi kesalahan. Namun kesalahan itu dibenahi secara bertahap Seperti temuan hasil audit BPK berupa kekurangan volume mencapai Rp600 juta. Kekurangan itu telah dibenahi atau disetor ke negara.

“Jadi, bukan berarti semuanya clear. Namun dengan komitmen kita, secara bertahap kita benahi.  Audit BPK itu kan dengan sampel.

Jadi, kebetulan yang dijadikan sampel oleh BPK pas yang baik-baik. Jadi kalau dibilang nasib-nasiban, bisa juga,” ungkap Bupati Darwin sambil tertawa.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Thamrin Simanjuntak menjelaskan, opini WTP ini adalah pernyataan profesional pemeriksaan mengenai kewajaran atas laporan keuangan. Orang-orang pemeriksa dari BPK adalah para ahli akuntansi. Terkait hal-hal yang diperiksa atau diaudit BPK, di antaranya menyangkut kesesuaian dengan standar akuntansi, yakni standar akuntansi pemerintahan sesuai PP 71 tahun 2010. Yang kedua, kecukupan pengungkapan. Ketiga, peraturan terhadap perundang-undangan.

Loading...