Petugas Pemadam Kebakaran Ditemukan Tewas Tergantung

Bagikan:

NEWTAPANULI.COM, TOBASA- Entah apa yang ada dalam benak Hasahatan Siagian (41), petugas kontrak di Badan Kesbangpolinmas Pemkab Toba Samosir (Tobasa) ini ditemukan tergantung di pagar besi tepat di depan kantor tempatnya bertugas, di Balige, Jumat (4/3) pagi pukul 09.00 WIB.

Pria yang bertugas di pemadam kebakaran itu pertama kali diketahui rekannya tergantung dengan seutas kabel listrik bekas di lehernya. Saat itu, rekannya berjalan-jalan di seputar kompleks perkantoran sekaligus menyiram tanaman yang ada di sana. Kemudian rekannya melihat jaket  terletak di bagian pohon mangga tak jauh dali lokasi kejadian. Merasa heran, rekannya mendekati tempat jaket korban tergeletak di tanah dan kemudian melihat korban tergantung di bawah parit yang ditumbuhi semak belukar yang berbatasan dengan pagar besi perkantoran itu.

Atas penemuan ini, rekannya memberitahukan kepada pegawai Kesbang Linmas Tobasa, dan kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Atas penemuaan mayat korban, Tim Identifikasi dari Polres Toba Samosir langsung turun ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kejadian ini sendiri, mengudangan kerumuman orang baik para pegawai yang ada di Kompleks perkatoran Bupati Tobasa di Jalan Sutomo Pagar Batu Balige, termasuk warga yang mengetahui informasi tersebut.
Terlihat di lokasi Kasat Reskrim Polres Tobasa AKP Manson Nainggolan, Kapolsek Balige AKP Pesta Simarmata dan sejumlah anggota Polres Tobasa guna melakukan olah TKP serta menurunkan mayat korban. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

“Sekarang jasad korban masih di Rumah Sakit Porsea sedang dilakukan visum. Belum bisa kami pastikan apakah akan dilakukan otopsi atau tidak, tergantung keluarga korban nanti,” terang AKP P Simarmata.
Pihaknya mengaku belum mengetahui apa motif dari pria yang dikenal ramah menyapa ini, nekad mengakhiri hidupnya. Apakah karena beban hidup karena tidak lolos sebagai CPNS pengangkatan tenaga honorer dari kategori 2 yang lalu atau beban pikiran atas musibah yang menimpah orang tuanya (ibunya red) yang ditemukan meninggal dunia karena dibunuh bulan Juli 2015 lalu.

Kabag Humas Pemkab Tobasa Albert Sidabutar yang konfirmasi meneranngkan, informasi yang dia terima dari rekan-rekan korban, sejak ibu korban meninggal mereka pindah dari kampung. Istri korban sendiri pindah ke rumah orang tuanya di Tanjungbalai. Sedangkan korban mengontrak di simpang kantor Bupati Balige.
“Belum kita ketahui informasi pastinya motif korban hingga bunuh diri. Informasi yang kami terima, 3 hari belakangan ini korban tampak stres, dan tidak mau makan,” katanya.

Kabid Damkar B Simanullang menyebutkan, setaiap hari ada sebanyak 20 petugas damkar yang piket, malam itu korban termasuk salah satunya. Namun kejadian itu tidak diketahui rekan-rekan korban yang sedang piket. (ft)

 

Bagikan:
Loading...