Akpar Bertaraf Internasional Segera Berdiri di Tapanuli Utara

Bagikan:
Pendiri Akademi Pariwisata ULCLA Sahala Panggabean dan pembicara lainnya pada acara Forum Group Discussion  di Hotel Hineni, Tarutung, Kamis (24/1).

NewTapanuli.com, TAPUT – Dalam waktu dekat, Tapanuli Utara akan memiliki kampus Akademi Pariwisata (Akpar) bertaraf internasional bernama Ulam Clara atau disingkat ULCLA. Akademi ini akan melaksanakan penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2019/2020.

Pendiri Akademi Pariwisata ULCLA Sahala Panggabean mengatakan, Akademi ULCLA satu-satunya Akademi Pariwisata di Tapanuli yang memiliki fasilitas perkuliahan berstandar internasional. “Tahun pertama ini, Akpar ULCLA masih akan menyelenggarakan satu program studi, yaitu perhotelan.  Sedangkan program studi lainnya seperti Perjalanan Wisata, Patiseri serta Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata akan dibuka 2-3 tahun kedepan,” kata Sahala di acara Forum Group Discussion  dengan tema “Menyiapkan Sumberdaya Manusia Yang Berkompetensi Melalui Pendirian Akademi Pariwisata ULCLA Tarutung”, di Hotel Hineni Tarutung, Kamis (24/1).

Selain Sahala Panggabean, hadir sebagai pembicara lainnya yakni Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan,  Direktur Pemasaran Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Basar Simanjuntak, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara Hidayati,  Pelaku Bisnis dan Profesional Pariwisata Sanggam Hutapea dan Dosen IPB, Komisaris PT Toba Pulp Lestari, Pelopor dan Penggiat Ekonomi Rakyat Danau Toba Togu Manurung.

Pria yang dikenal sebagai Chairman Nasari Group ini melanjutkan, untuk saat ini pihaknya fokus di program studi perhotelan untuk menjaga standar kualitas pendidikan ULCLA, yang mengacu pada standar internasional. “Saat ini, Akademi Pariwisata ULCLA tengah merampungkan pembangunan gedung kampus di atas tanah seluas 5 ha yang terletak di Desa Lumban Siagian, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara,” bebernya.

Menurutnya, kampus dengan ruang kuliah modern ini dilengkapi tujuh laboratorium, yaitu laboratorium restauran, front office, pastry dan kitchen, bar dan café,  room/housekeeping serta labolatorium komputer dan bahasa.  “Selain itu juga tersedia cafetaria, lapangan olahraga dan akses internet (Wifi) kecepatan tinggi. Tidak lupa perpustakaan modern  dengan ribuan koleksi literatur, baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy (Digital Library),” imbuhnya.

Semua fasilitas tersebut, katanya lagi, setara dengan fasilitas yang disediakan lima perguruan tinggi pariwisata terbaik di Indonesia, yaitu Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung,  Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti  Jakarta, Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan Jakarta,  Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta. “Akademi Pariwisata ULCLA membuka akses seluas-luasnya kepada generasi muda Tapanuli, Sumatera Utara dan seluruh Indonesia,  untuk memperoleh pendidikan perhotelan berkualitas,” pungkasnya.

Dia meyakini, lulusan ULCLA nantinya sudah ditunggu para pelaku bisnis pariwisata, mulai dari hotel berbintang, kapal pesiar, restauran besar maupun bisnis pariwisata lainnya. “Yayasan Sapari  yang menaungi Akpar ULCLA juga akan membangun hotel dengan standar pelayanan internasional yang mengedepankan keramahtamahan (hospitality). Hotel ini sekaligus menjadi tempat praktik mahasiswa Akademi Pariwisata ULCLA,” bebernya.

Selain fasilitas berstandar internasional, lanjutnya, Akademi Pariwisata ULCLA juga didukung staf pengajar lulusan dalam dan luar negeri, yang sebagian besar diantaranya praktisi pariwisata, seperti chef dan manajer hotel berbintang. Hal ini agar pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa selalu up date dan match dengan dunia kerja. “Kami ingin menjadi institusi pendidikan vokasi unggulan yang menghasilkan lulusan profesional, berakhlak mulia, berjiwa wirausaha, dan mampu bersaing di industri pariwisata global,” tandasnya. (as/rb/nt)

Bagikan:
Loading...