Tarif Bandara Silangit Disesuaikan

Bagikan:
Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau yang lebih dikenal dengan Passenger Service Charge (PSC) di Bandara Internasional disesuaikan. (Alfredo Sihombing/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TAPUT – Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau yang lebih dikenal dengan Passenger Service Charge (PSC) di beberapa bandara PT Angkasa Pura II termasuk di Bandara Internasional Silangit mengalami penyesuaian.

Hal tersebut dikatakan Mohamad Hendra Irawan, Executive General Manager Bandara Internasional Silangit. Mulai hari Jumat 1 Desember 2018 tarif PJP2U domestik akan mengalami kenaikan menjadi Rp60.000, sedangkan untuk internasional menjadi Rp180.000. Penyesuaian dilakukan guna menyeimbangkan biaya investasi yang sudah dilakukan oleh Angkasa Pura II selama 2 hingga 3 tahun belakangan secara wajar.

“Sejak tahun 2016, AP II telah melakukan pengembangan beberapa fasilitas pokok diantaranya peningkatan daya dukung runway, taxiway & apron untuk mengakomodir pesawat jenis CRJ serta perluasan dan renovasi gedung terminal yang dapat menampung penumpang hingga 500.000 per tahun,” kata Mohamad Hendra Irawan
Executive General Manager Bandara Internasional Silangit, Minggu (2/12).

Dikatakan, pada tahun 2017, Angkasa Pura II mulai melaksanakan pekerjaan perpanjangan dan pelebaran runway menjadi 2650 kali 45 meter serta perluasan apron dengan luasan 2 kali luasan eksisting guna meningkatkan kapasitas parkir menjadi lima. Selain diperpanjang serta diperlebar, permukaan runway juga sedang dioverlay guna mengakomodir pesawat B-737-800.

“Penyesuaian tarif PJP2U juga telah mempertimbangkan angka inflasi. Penentuan besaran sendiri bukan diputuskan Angkasa Pura II melainkan pemerintah. Angkasa Pura II hanya mengajukan, konsultasi, dan evaluasi,” terangnya.

Kajian penyesuaian tarif juga telah dikoordinasikan ke YLKI, BPS dan Bank Indonesia untuk dikaji bersama guna menghitung dampak ekonomi terhadap masyarakat.

“Dengan adanya penyesuaian tarif PJP2U ini, AP2 akan terus melakukan peningkatan mutu pelayanan bagi pengguna jasa atau reinvestasi melalui pemenuhan kebutuhan pengguna jasa, peningkatan dan penambahan fasilitas baru dan inovasi pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh pengguna jasa sehingga tingkat pelayanan dan fasilitas dapat terukur,” tambahnya. (as/osi/nt)

Bagikan:
Loading...