Dokter RSU Tarutung Dituding Lakukan Pelecehan Seks

Bagikan:
Rumah Sakit Umum Tarutung. (Alfredo Sihombing/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TAPUT – Salah seorang dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung berinisial dr.N terancam diputus kontrak oleh manajemen rumah sakit tersebut. Pasalnya, dokter tenaga kontrak di RSU Tarutung tersebut diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya sesama jenis laki-laki.

Yang bersangkutan jarang masuk tugas pasca kejadian itu.

Hal itu dibenarkan dr Ganda Nainggolan, Direktur RSU Tarutung saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya.

“Memang saya mendengar ada informasi seperti itu (dugaan pelecehan seks-red). Dan pada saat kejadian saya tidak mengetahuinya. Karena tidak ada laporan resmi dari pasien kepada rumah sakit. Namun, setelah kejadian itu, dokter yang bersangkutan sudah jarang masuk,” terang Ganda saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (26/11).

Ia menjelaskan, jika dokter tersebut tidak masuk tugas, maka pihak manajemen rumah sakit akan melakukan pemutusan kontrak terhadap dokter.

“Seyogyanya kontrak hingga 31 Desember ini. Namun kalau memang tidak masuk lagi, maka akan diputus kontrak. Dan insentifnya pun tidak akan diberikan mulai November ini,” tegasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah melalui selulernya, dr N kepada wartawan mengaku tidak melakukan tindakan pelecehan seks yang dilakukan kepada pasien. “Ga ada itu pak,” kata N.

Ditanyakan lagi alasannya jarang masuk tugas sejak November, ia mengatakan tidak tugas lagi di Tarutung (RSU-red). “Saya mau mengundurkan diri. Emang mau berhenti. Maaf ya. Terima kasih,” katanya.

Sebelumnya,informasi yang dihimpun wartawan, seorang warga Taput berinisial LN, berobat ke RSU Tarutung pada 7 November lalu.Hasil pemeriksaan medis merekomendasikan LN ditangani dokter N salah satu dokter spesialis tersebut.

Setelah diperiksa, dokter juga mengaku bisa membantu LN untuk mengobati keluhannya soal seputar saluran alat kelaminnya. Namun untuk pemeriksaan itu, dr N menganjurkan agar LN datang ke rumahnya. Di hari itu juga, LN yang juga sama-sama berjenis kelamin lelaki dengan dokter tersebut mendatangi rumah dokter. Di ruangan pemeriksaan, LN disebutkan mendapat tindakan pelecehan dengan memegang kelaminnya.

“Memang sempat si LN ini ribut. Namun, karena dibujuk bujuk, dia pun akhirnya terpaksa untuk berdamai,” kata seorang warga yang kenal dengan LN yang tidak mau disebutkan identitasnya. (as/osi/nt)

Bagikan:
Loading...