Aktif di Masyarakat, Posyandu Ciptakan 1900 Kader

Bagikan:
Petugas dari Dinas Kesehatan Tapteng foto bersama para kader Posyandu di Tapteng. (DZULFADLI TAMBUNAN/NEW TAPANULI)

NewTapanuli.com, TAPTENG – Sebanyak 382 Posyandu yang dibina di Tapanuli Tengah berhasil menciptakan 1900 kader yang berperan dalam pengelolaan di masyarakat, serta menjadi penyelenggara kegiatan kegiatan Posyandu setiap bulannya.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Nursyam melalui Kabid Kesmas, Winda Darpiannur menjelaskan, bahwa Posyandu merupakan satu wahana pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

“Pelayanan itu dalam bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM). Selain itu peran pemerintah sebagai pembina, pembimbing, dan fasilitator Posyandu juga telah banyak berkontribusi di dalamnya,” kata Winda kepada wartawan, Rabu (7/11).

Untuk meningkatkan fungsi kinerja Posyandu, lanjutnya, maka diperlukan komitmen, kesamaan pemahaman, dan kerjasama sehingga akan terjadi sinkronisasi dan kerjasama.

“Yakni kerjasama lintas sektor di tingkat kabupaten yang meliputi koordinasi, pembinaan, fasilitasi, advokasi, dan dukungan dalam memberhasilkannya,” jelasnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan koordinasi Pokjanal Posyandu ini, lintas sektor terus dikedepankan agar tungkat keberhasilan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lebih optimal.

“Keberadaan posyandu ditengah-tengah masyarakat mempunyai peranan yang sangat besar,karena menyangkut pemenuhan kebutuhan yang sangat vital bagi kesehatan ibu dan anak,” bebernya.

Dengan demikian, sambung Winda, perlu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu mengenai proses tata laksana posyandu yang efektif.

“Peran kader Posyandu terhadap pembangunan kesehatan meliputi kegiatan pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Pelayanan KB (Keluarga Berencana), pelayanan imunisasi, pelayanan gizi, dan pelayanan penanggulangan diare dan penyakit menular lainnya,” ujarnya.

Untuk itu, katanya lagi, menyadari akan pentingnya peran serta masyarakat dalam membangun kesehatan, maka pihaknya memprogramkan masyarakat mandiri untuk hidup sehat.

“Yakni suatu kondisi dimana masyarakat menyadari, mau dan mampu mengenali, mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan yang dihadapi, maupun lingkungan yang tidak mendukung,” tandasnya lantas menambahkan keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bida lepas dari dukungan dan peran aktif masyarakat. (ztm/rb/nt).

Bagikan:
Loading...