Pembangunan Mushollah Nurul Waton SMPN 1 Badiri Dimulai

Bagikan:
Bupati Tapteng melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mushollah Nurul Waton SMPN 1 Badiri. (Darwis Halawa/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TAPTENG – Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Darwin Sitompul ramah tamah bersama guru, orang tua, siswa dan tokoh masyarakat Kecamatan Badiri sekaligus penanaman pohon dan peletakan batu pertama Mushollah Nurul Waton SMP Negeri 1 Badiri.

Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya, mengatakan selaku putra daerah bersama Wakil Bupati, lahir dan besar di Tapteng, tentu akan mengabdi membangun Tapteng.

“Saat ini pembangunan infrastruktur sedang dilaksanakan di Tapteng untuk itu kami berharap masyarakat mendukung dan mendoakan mensukseskan pembangunan tersebut,” ucap Bakhtiar, Jumat (2/11).

Bakhtiar menyebutkan, pembangunan infrastruktur itu tentu harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia, iman dan taqwa.

“Seperti yang kita lakukan saat ini, peletakan batu pertama Mushollah Nurul Waton SMP Negeri 1 Badiri. Untuk itu, kiranya setelah selesai pembangunannya, dimanfaatkan untuk pembinaan akhlak, budi pekerti guna melahirkan anak didik yang beriman dan bertaqwa,” ucapnya.

Selain itu, Bakhtiar juga mengatakan, pada Tahun 2019 yang akan datang, SD Hutabalang akan dibangun agar tidak terkena banjir.

“Sehingga terhindar dari banjir. Kemudian saya pastikan, anak pintar yang lulus masuk Perguruan Tinggi tapi tidak mampu melanjutkan kuliah, kita akan kuliahkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang akan tanggung jawab mengkuliahkannya,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bakhtiar juga mengimbau, Kepala Sekolah dan Guru SMP Badiri kiranya dapat benar-benar memberikan contoh dan menjadi panutan siswanya.

“Jangan anak didik dilarang merokok sementara guru merokok di depan murid, kemudian kepada Kepala Sekolah, guru yang Muslim dan Nasrani agar menjadi teladan bagi anak didik dalam melaksanakan ibadah bagi Muslim melaksanakan Ibadah Sholat Lima Waktu dan bagi guru yang nasrani mengarahkan anak didik ke Gereja mengikuti Sekolah Minggu,” imbuhnya. (dh/osi/nt)

Bagikan:
Loading...