Bangunan di Lahan Kosong Terbakar Ketinggian Api Mencapai 6 Meter

Bagikan:
Kondisi bangunan yang terbakar di Lingkungan 3, Kelurahan Sarudik, Kamis (14/2) pagi. (Ist/Metro Asahan)

NewTapanuli.com, TAPTENG – Sebuah bangunan di sebidang tanah yang dipagar dengan tembok, tepatnya berada di Lingkungan 3 Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah (Tapteng) terbakar hingga membuat ketinggian api mencapai sekitar 6 meter. Menurut warga, lokasi terbakar itu kerap dimasuki mobil tangki pertamina.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Tapteng Lukman Situmeang ketika dikonfirmasi mengatakan, terbakarnya satu bangunan yang ada di sebidang tanah yang dipagari dengan tembok yang tingginya sekitar 2 meter di Lingkungan 3, Kelurahan Sarudik dan tidak diketahui siapa pemiknya itu terjadi pada Kamis (14/2) sekira pukul 05.15 WIB.

“Kalau pemilik, sampai saat ini belum kami ketahui, kalau yang kami jumpai di situ penjaga malamnya. Masuk laporan sekira Jam 05.15 WIB, kita sampai ke lokasi antara 5 sampai 10 menit setelah itu,” ujar Lukman kepada NEW TAPANULI.

Dijelaskannya, bangunan yang terbakar itu menyerupai bengkel. Dan diketahui yang kerap memasuki lokasi tersebut adalah mobil tangki pertamina.

“Kayak garasi terbukalah. Kayak bengkel gitu, karna tadi yang kami jumpai itu, ban bekas, drum, kompresor,” ucapnya.

Dia juga menuturkan, kebakaran yang terjadi itu memicu api hingga ketinggian sekitar 6 meter dan diduga akibat adanya minyak dilokasi bangunan yang semakin memaksa api membumbung tinggi. Namun pihaknya berhasil memadamkannya dengan menggunakan tehnik yang telah dimiliki personilnya.

“Selama 15 menit selesai, bisa dibilang 6 meterlah, karena itu kan minyak, jadi tehnik pemadaman api sama minyak atau lainnya itu beda, jadi ngembun dia mainnya, karena kan minyak pemicu dia, jadi karna dia minyak sekitar 15 menitlah dia baru padam, kalo kita paksa dia main hajar aja kurasa bisa jadi 2 jam,” tutur Lukman.

Dalam insiden itu, lanjut Lukman, tidak ada korban jiwa, dan dalam pemadaman api pun pihaknya bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran Pemko Sibolga, sehingga total damkar yang diterjunkan ke lokasi sebanyak 8 unit.

“Kalau Tapteng 2 unit, kalo Sibolga 6, full kekuatan mereka turun, korban jiwa nggak ada,” katanya.

Ia juga menduga, penyebab kebaran bukanlah akibat korsleting listrik melainkan human error.

“Human error nya itu, mungkin anti nyamuk jatuh ke minyak. Katanya sih sampah, tapi kalo ku lihat sampah di pojok sana dengan titik api yang kami hadapi, bukan dari sampah. Kalo nggak puntung rokok, obat bakar nyamuk. Kalo listrik nggak ada, human errornya itu,” katanya.

Sementara, Lurah Sarudik Harlan Hutagalung ketika dikonfirmasi juga tidak dapat memastikan lokasi kebakaran merupakan bangunan apa dan kegiatannya apa? Dan saat kejadian pihaknya hanya menemukan seorang penjaga malam di lokasi itu.

“Itu kurang jelas tau kita pak, entah tempat apa itu, yang jelas yang sering-sering kesitu mobil tangki pertamina, tukar ban apa gitu, kalo kita lihat dari segi aktifnya gudang perbengkelannya kita lihat itu. Penjaga malamnya David Sitorus, itu pun baru 2 hari dia jaga disitu katanya,” ucap Harlan.

Ia juga menuturkan, hingga sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak yang bertanggungjawab tentang aktifitas yang berlangsung dilokasi kebaran tersebut.

“Karna tidak ada melapor itu ke kelurahan dan ijinnya, inilah mau kita jejaki dulu apa aktifitas mereka apakah sudah punya ijin atau gimana. Sudah ada 3 kali saya kesitu, orang yang saya tanya disitu tidak pernah ada yang bertanggungjawab. Nggak tau pak siapa, kami hanya bekerjanya disini, gitulah jawab orang disitu,”tutur Harlan sembari menirukan perkataan orang yang ditemuinya setiap datang kelokasi tersebut untuk menanyakan orang yang bertanggungjawab akan aktifitas dilokasi tersebut.

Digambarkannya, bangunan yang terbakar dilokasi itu berupa pondok namun tidak berdinding dan kerap menjadi tempat minum para sopir mobil tangki. Dan hingga saat ini bangunan itu itu telah rata dengan tanah.

“Hanya pondok-pondok kayak kantin tapi beratap nggak berdinding, karena 2 kali saya kedalam disitunya orang supirnya itu minum teh saya lihat. Karna kabarnya itu saya dengar itu entah punya PT. Elnusa atau apalah itu kurang jelas, tapi nanti saya coba dulu ke Pertamina mau menjejaki itu,” tutupnya. (dh/nt)

Bagikan:
Loading...