Pembobol Kios Burung Tanoponggol Diciduk

Bagikan:
Terduga pelaku pencurian dan penadah saat diamankan polisi. (Ist/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TAPTENG – Polisi berhasil menciduk terduga pelaku pembobolan kios pengusaha burung di Lingkungan Tanoponggol, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng beberapa hari lalu. Hal itu sesuai Laporan Polisi Nomor:LP/27/II/2019/SU/RES tertanggal 7 Februari 2019 tentang tindak pidana pencurian.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Kasatreskrim Polres Tapteng AKP Dodi Nainggolan menyebutkan, pihaknya telah berhasil membekuk ET warga Aek Tolang, Kecamatan Pandan, pada Minggu (10/2) lalu yang diduga melakukan pembobolan kios pengusaha burung di Lingkungan Tanoponggol.

“Sekira pukul 01.00 WIB pelaku berhasil ditangkap saat sedang bersembunyi di dapur belakang rumah,” ujar AKP Dodi kepada wartawan melalui pesan tertulisnya, Senin (11/2).

Setelah dilakukan interogasi terhadap ET, lanjut AKP Dodi, maka pihaknya pun memperoleh pengakuan dari ET dimana pelaku telah menjual hasil curiannya kepada dua laki-laki.

“Saat diinterogasi pelaku menerangkan bahwa barang hasil curian yang dilakukan pelaku telah dijual kepada RL dan seorang S,” katanya.

Mendapat keterangan dan tidak ingin kecolongan, polisi bergegas dan akhirnya berhasil mengamankan kedua pria tersebut. “Bergerak cepat dan langsung melakukan penangkapan terhadap kedua laki-laki berinisial RL dan S serta mengamankan barang bukti,” jelasnya.

Untuk proses lebih lanjut, AKP Dodi menuturkan bahwa saat ini ET dan kedua terduga penadah tersebut telah diamankan beserta barang bukti.

“Barang buktinya satu buah notebook merk Samsung warna putih, seekor hewan jenis burung murai batu, satu handphone merk Nokia warna hitam,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, saat ditinggal pergi ke rumah mertua, satu kios di Lingkungan Tanoponggol, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, didapati telah kemalingan oleh pemiliknya.

Dijelaskan, kejadian itu berawal ketika Handri Kana Surbakti pemilik kios bersama keluarganya pergi ke rumah mertuanya pada Rabu (6/2) lalu, sekira pukul 19.00 WIB.

Kemudian, lanjut R Sipahutar, keesok harinya, tepat pada Kamis (7/2) pulang dari rumah mertuanya, Handri mendapati pintu kiosnya telah rusak.

“Setibanya di rumah sekira pukul 06:30 WIB, Handri melihat pintu kios miliknya yang sebelumnya terkunci dengan sebuah gembok sudah dalam keadaan rusak,” ucap R Sipahutar.

Melihat kondisi itu, Handri pun memeriksa isi dalam kios, dan tidak menemukan lagi barang-barang berupa 1 unit Laptop merk Samsung warna putih, 2 unit Handphone merk Nokia warna hitam dan Maxtron warna putih, serta 2 ekor burung Murai Batu telah hilang.

Dan akibat peristiwa itu, tambah R Sipahutar, korban (Handra, red) mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. “Akibat tindak pidana pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp20 juta,” tuturnya. (dh/nt)

Bagikan:
Loading...