Jalan Desa Rusak Parah Pengguna Jalan Kerap Alami Kecelakaan

Bagikan:
Kondisi jalan Sihiong yang memprihatinkan dan kerap membuat kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

NewTapanuli.com, TAPTENG – Warga Lingkungan 7 Sihiong, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah berharap agar pemerintah setempat segera melakukan perbaikan jalan di daerah itu.

Salah seorang warga sekitar, Leo Candra Hutauruk (35) mengatakan, jalan desa itu sudah rusak parah dan memprihatinkan, apalagi jalan itu satu-satunya akses penghubung menuju ibukota kecamatan. “Pengguna jalan sering mengalami kecelakaan saat melintas. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya lampu penerangan jalan sehingga rawan untuk dilintasi jika malam hari,” katanya kepada wartawan, Kamis (31/1).

Dia mengatakan, pengendara kendaraan bermotor sering terjatuh, bahkan terkapar dikarenakan badan jalan yang hanya tinggal bebatuan dan kerikil-kerikil yang cukup tajam. “Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, para pengendara terpaksa turun dan mendorong kenderaannya saat melintasi jalan tersebut. Apalagi sudah sering makan korban. Kasihannya lagi kalau wanita yang lewat terpaksa turun mendorong sepeda motor miliknya,” jelas Candra.

Yang lebih riskan, sambung Candra, suasana gelap dan posisi jalan yang menanjak akan membuat pengguna jalan tidak konsentrasi saat mengemudikan kendaraannya. “Jika tidak ekstra hati-hati, kecelakaan akan menimpa. Yang paling parah rusaknya, tepat di tanjakan, jalannya seperti sungai kering, terjal dan penuh bebatuan,” terangnya.

Menurutnya, banyak warga yang sudah mengeluhkan kerusakan jalan tersebut, apalagi setiap harinya jalan itu dilintasi ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat. “Belum lagi truk pengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang setiap harinya melintas mencapai belasan unit,” bebernya.

Senada itu, salah seorang tenaga pendidik yang bertugas di salah satu sekolah di wilayah itu juga mengeluhkan kerusakan jalan yang sudah lama itu, namun belum tersentuh perbaikan dari pemerintah. “Kami sering kelimpungan dan kewalahan saat melintas. Capek, sedih berbaur jadi satu,” keluh guru yang enggan ditulisnan namanya ini.

Informasi dihimpun, kerusakan jalan Sihiong itu sudah sejak 15 tahun terakhir dan panjangnya mencapai 1 km lebih.  Disamping tidak adanya perawatan dari dinas terkait, kerusakan diperparah dengan banyaknya truk pengangkut sawit dan getah melintas dengan over tonase.

Beberapa warga menyebutkan kerusakan jalan Gunung Payung sudah berapa kali diusulkan baik di musrenbang maupun pertemuan-pertemuan lainnya, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.

Beberapa waktu lalu, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Lumut bersama dengan warga bergotong royong memperbaiki jalan tersebut. Kegiatan gotong royong perbaikan dan pembersihan jalan sepanjangnya 1 km dilaksanakan dengan peralatan seadanya, seperti cangkul, linggis, parang dan peralatan lainnya yang melibatlan ratusan warga berpartisipasi. “Gotong royong yang dilaksanakan adalah untuk meperbaiki jalan yang sudah rusak dan sulit dilalui kenderaan. Inisiatif perbaikan jalan ini karena merupakan satu-satunya akses untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju ibukota Kecamatan,” sebut Camat Lumut H Kadirun Hasibuan saat itu. (ztm/rb/nt)

Bagikan:
Loading...