Bupati Tapteng: Jalan Merupakan Urat Nadi Pembangunan

Bagikan:
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menjelaskan pentingnya pembangunan jalan di Kabupaten Tapteng. (Darwis Halawa/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, TAPTENG – Gencarnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dalam membangun infrastruktur jalan di wilayah Tapteng, dikarenakan menurut Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani akses jalan merupakan urat nadi penentu lancarnya roda pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Urat nadi pembangunan itu jalan. Kalau jalan tidak bagus, mau gimana kita?,” ujar Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat acara Ngobrol Santai Tentang Laju Pembangunan di Tapteng yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng, Sabtu (1/12) kemarin.

“Tujuan pembangunan itu adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Jalan hancur, sudah tentu roda pembangunan dan ekonomi juga menimbulkan cost yang besar,” tambah Bakhtiar.

Dijelaskannya, bila menilik tentang perekonomian, kondisi akses jalan merupakan salah satu penentu meningkatnya perekonomian di suatu daerah. Di mana kondisi jalan yang rusak maka akan dapat menimbulkan cost yang lebih dan mengakibatkan anjloknya perekonomian.

“Kalau jalan hancur tentu perekonomian anjlok, karena mengakibatkan bertambah cost,” katanya.

Tidak sampai disitu, Tapteng yang dijuluki Negeri Wisata Sejuta Pesona yang memiliki banyak objek wisata tentunya akan dapat dikunjungi banyak wisatawan apabila didukung oleh kondisi jalan yang bagus, dan begitupun sebaliknya.

“Apalagi soal bicara wisata, kalau nanti jalannya berlobang-lobang tentu nanti wisatawannya nggak akan datang lagi, maka kita harus benahi dulu jalannya,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat dapat bersabar dan mendukung Pemkab Tapteng dalam melakukan berbagai pembangunan demi kesejahteraan masyarakat di Tapteng. Pasalnya, sebelum ia dan wakilnya (Darwin Sitompul) menjabat Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, pejabat lama meninggalkan 249 Kilometer jalan yang rusak di Tapteng.

“Kita bicara fakta, jangan hoax. Kami sadar dan kami minta juga masyarakat sabar, pembangunan itu tidak langsung selesai, kami ditinggalkan 249 kilometer jalan yang hancur sebelum kami jadi bupati dan wakil bupati,” jelasnya. (dh/osi/nt)

Bagikan:
Loading...