Tambal Sulam Jalan Ancam Keselamatan Pengendara

Dzulfadli Tambunan/New Tapanuli
Salah satu lubang penunggu maut dampak dari pekerjaan reservasi rehabilitasi jalan yang belum ditambal.
LINE it!

NewTapanuli.com, TAPTENG – Pengendara sepedamotor diimbau untuk berhati-hati jika melintasi Jalinsum Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Di beberapa titik badan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Kabupaten Tapanuli Selatan ini menganga lubang-lubang penunggu maut, sehingga rawan terjadi ke­celakaan lalu lintas.

Lubang yang memiliki lebar dan kedalaman bervariasi ini tercipta akibat dampak dari aktivitas tambal sulam (paching) yang dilakukan pihak Satker PPK 12 Sibolga CS.
Lubang hasil pengorekan untuk proses pemachingan dibiarkan menganga hingga berhari-hari. Banyak sudah pengendara sepeda motor terkapar akibat terperosok ke dalam lubang.

Ironisnya, walau telah sering mengambil korban, jangankan untuk mempercepat pemachingan, rambu peringatan agar berhati-hati pun tak pernah dibuat di sekitar lubang yang dikorek.

Indra Setiawan (34), seorang pengendara sepeda motor mengaku was-was saat melintasi jalinsum Sibabangun di kawasan Kampung Baru. Pasalnya, jika tidak hati-hati lubang-lubang menganga akan menyambut tanpa kompromi. Konon lagi jika musim penghujan, lubang-lubang tersebut tidak akan terlihat akibat digenangi air.

Arnold Pakpahan, warga Lingkungan IV Kelurahan Sibabangun mengatakan, proyek pengerjaan reservasi rehabilitasi jalinsum Sibabangun disamping ambruradul dan asal jadi, terkesan tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Seharusnya timpal Arnol, usai pembongkaran pihak kontraktor memasang tanda berupa cat putih untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Namun kenyataannya, usai membongkar aspal yang rusak, pihak kontraktor membiarkannya tanpa memasang tanda hati-hati. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 24 ayat 2 disebutkan, dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan jalan rusak sebagaimana dimaksud, penyelenggara wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Beberapa bulan lalu juga begitu, usai dikorek mereka selalu membiarkan lubang menganga tanpa membuat tanda. Sepertinya mereka tidak mengutamakan keselamatan para pengguna jalan,” kesal Arnol.

Dalam hal ini, ia berharap pihak kontraktor dan dinas berwenang segera menangani masalah itu dan menutup kembali jalan yang berlobang, sebelum kecelakaan lainnya menyusul. (ztm/rah/nt)

Loading...