Bupati Tapteng: Jangan Takut, tapi Waspada Aksi Terorisme

Darwis Halawa/New Tapanuli
Bupati Tapteng bersama Wakil Bupati Tapteng dan tokoh agama Tapteng menyatakan mengutuk keras aksi bunuh diri di Surabaya.
LINE it!

NewTapanuli.com, TAPTENG – Bupati Kabupaten Tapteng bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua BKAG, NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Muslimat Nahdatul Ulama, Muslimat Al Washliyah dan Aisyah mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan mengajak masyarakat untuk tidak takut tetapi harus tetap waspada.

Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani yang didampingi Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul mewakili seluruh masyarakat Tapteng mengucapkan turut berduka cita atas musibah korban bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.

“Mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban bom bunuh di Surabaya tadi pagi, dan mengutuk keras, perilaku-perilaku oknum-oknum teroris, yang sengaja menghancurkan kerukunan di negara kesatuan Republik Indonesia ini,” ucap Bakhtiar saat menggelar konfrensi pers, Minggu (13/5).

Ia juga menuturkan, bahwa tidak ada Agama apapun yang mengajarkan aksi-aksi yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan berbangsa.

“Agama apapun itu, tidak pernah mengajarkan seperti itu, oleh sebab itu, mari kita bangkit bersama untuk melawan aksi teroris, tidak usah takut, saatnya kita di depan untuk memberikan informasi sekecil apapun itu, dan untuk mengusir seluruh bentuk radikal teroris yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Untuk itu, ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melawan dan tidak takut kepada aksi teroris.

“Jangan takut, jangan pernah mundur, katakan tidak takut kepada teroris. Saya yakin dan sangat percaya NKRI harga mati, negara ini tidak akan bisa diganggu oleh orang-orang seperti ini,” tegasnya.

Bakhtiar juga berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat menyatukan pemikiran dan melawan teroris dengan mendukung TNI/Polri untuk memberantas teroris dari NKRI.

“Saudara-saudaraku, dimanapun saat ini berada, mari kita bersatu, kalau hari ini teman kita, keluarga kita yang di Surabaya, tidak tertutup kemungkinan tahun depan, atau pun kapan setiap saat, bisa anak, istri, keluarga kita yang menjadi korban. Oleh sebab itu, mari kita bersama melawan teroris, dukung TNI/Polri untuk memberantas teroris yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” katanya. (dh/rah/nt)

Loading...