Pilgubsu 2018, KPU Harus Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Zatam/New Tapanuli
Sosialisasi kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan dan penyandang disabilitas yang digelar pihak KPU Tapteng.
LINE it!

NewTapanuli.com, TAPTENG – Berbagai upaya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

Kali ini, bertempat di aula pertemuan Kecamatan Sibabangun, KPU Tapteng melalui panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sibabangun, Selasa (15/5), kembali menggelar sosialisasi kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan dan penyandang disabilitas.

Melalui sosialisasi, Pilkada yang merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat untuk membentuk pemerintahan yang memiliki legitimasi yang bertumpu pada kehendak rakyat, diharapkan berlangsung dengan aman, partisipasi pemilih tinggi, minim pelanggaran, dan menghasilkan pemimpin yang baik dan adil.

Ketua PPK Sibabangun Hotlan Panggabean tidak memungkiri jika tingkat partisipasi pemilih di wilayah perdesaan masih belum optimal, kondisi ini bisa disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya, atau karena memang di hari H pelaksanaan pemilu warga sedang bekerja. Dilatar belakangi kondisi tersebut, pihaknya berkewajiban untuk memberikan pemahaman tentang proses demokrasi.

Berdasarkan data dan fakta pada Pilbup Tapteng 2017, timpal Hotlan, tingkat partisipasi wajib pilih agak rendah. Secara menyeluruh partisipasi di Kecamatan Sibabangun hanya mencapai 62 persen. Masih rendahnya tingkat partisipasi wajib pilih ini mungkin karena adanya aktifitas lain, sehingga tidak mendatangi TPS untuk menyalurkan aspirasinya.

“Inilah latar belakang sosialisasi ini kami laksanakan. Kalau hak pilih tidak digunakan sayang sekali, karena dari sistem demokrasi hakekatnya seluruh rakyat Indonesia berkuasa,” ujarnya.

Bukan hanya meningkatkan partisipasi pemilih, sebagai orang yang terpandang ditengah-tengah masyarakat, Hotlan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk dapat menggaungkan slogan tidak golput dan menghimbau masyarakat untuk tidak melalukan pelanggaran-pelanggaran Pilkada, misalnya kepada para tim pasangan calon dihimbau untuk tidak berbuat hal-hal yang bertentangan dengan agama.

“Kami sangat yakin, sebagai pemuka agama dan pemuka masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa menjadi corong dalam mengajak masyarakat untuk mensukseskan Pilkada,” sebut Hotlan.

Lebih dari itu, timpalnya, untuk keberlangsungan Pilkada yang aman dan nyaman para pemuka agama dan pemuka masyarakat diharapkan dapat bekerjasama dengan aparat desa melakukan deteksi dini terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam sosialisasi tersebut, pihak penyelenggara juga memaparkan mekanisme pemungutan suara hingga perhituangan suara di TPS, langkah-langkah penyaluran suara para penyandang disabilitas, memperlihatkan specimen surat suara dan contoh coblosan yang sah dan tidak sah, serta memperkenalkan kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil gubernur Sumatera Utara. (ztm/rah/nt)

Loading...