Dilema Permen KP No 2 tahun 2015, Berimbas ke Nelayan, Juga Perbankan

Diskusi tentang perikanan yang dihadiri Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Direktur Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Mulyadi Sembiring, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang, Kapolres Sibolga dan unsur forkopimda lainnya, Sekda Sibolga M Yusuf Batubara, para pimpinan SKPD Sibolga serta stakeholder lainnya, termasuk para nelayan dan pemilik kapal ikan.
LINE it!

NewTapanuli.com, SIBOLGA- Kota Sibolga sebelumnya dikenal sebagai kota ikan dengan berbagai ativitas terkait dengan perikanan. Namun, kini, pasca diberlakukannya Permen KP No 2 tahun 2015, ‘gelar’ itu perlahan hilang. Dan, tak hanya nelayan yang merasakan dampaknya, ternyata perbankan juga lesu.

“Ternyata bukan hanya nelayan Kota Sibolga saja yang mengeluh akibat dampak pemberlakuan Permen KP No 2 tahun 2015, dimana menyebabkan kondisi nelayan di Sibolga terpuruk, namun ternyata perbankan di Kota Sibolga juga terkena imbas sehingga tidak dapat berkembang semenjak turunnya Permen ini,” ujar Anggota DPD RI Parlindungan Purba saat diskusi perikanan, Senin (12/3) di aula kantor Walikota Sibolga.

Diskusi tersebut turut dihadiri Direktur Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Mulyadi Sembiring, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang, Kapolres Sibolga dan unsur forkopimda lainnya, Sekda Sibolga M Yusuf Batubara, para pimpinan SKPD Sibolga serta stakeholder lainnya, termasuk para nelayan dan pemilik kapal ikan.

Dia mengakui bahwa benar Kota Sibolga terkena imbas masalah ini. Karenanya, dirinya berharap agar semua stakeholder dapat merubah situasi ini serta menumbuhkan semangat untuk meningkatkan perekonomian Kota Sibolga.

“Sudah nggak zamannya lagi untuk saling menyalahkan. Mari jadikan pertemuan ini menjadi momentum untuk kebangkitan Kota Sibolga. Dirjen Perikanan Tangkap ditugasi oleh Menteri Kelautan untuk mencari solusi atas persoalan ini. Dan, saya sudah 3 periode menjadi Anggota DPD RI, sehingga apa yang terjadi di sini, terutama tentang kelautan, juga merupakan tanggung jawab saya,” jelasnya.

Dirinya berharap, apa yang disampaikan oleh Dirjen Perikanan Tangkap untuk mencari solusi persoalan nelayan Kota Sibolga, kiranya dapat dijalankan dan semua stakeholder perikanan dapat kembali melakukan usahanya tanpa takut terkena aturan.

Loading...