Jual Sabu Campur Garam, Terungkap setelah Pengedar yang Diringkus Kodim Diserahkan ke Polres

Bagikan:
Tersangka dan barang bukti usai menjalani pemeriksaan di Polres Sibolga, setelah sebelumnya ditangkap oleh aparat TNI AD dari Kodim 0211/TT.

NewTapanuli.com, SIBOLGA- RG (30) yang ditangkap personel Kodim 0211/TT beberapa hari lalu telah diserahkan ke Polres Sibolga. Setelah diserahkan pihak Kodim, penyidik Polres kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pria yang telah ditetapkan menjadi tersangka tersebut.

Terungkap dari keterangan tersangka, sebelum diamankan, dia dan seorang temannya yang namanya masih dirahasiakan polisi, baru saja menipu seseorang yang hendak belanja sabu.

Diterangkan, awal mula kejadian saat dia nongkrong di sebuah warung di jalan IL Nomensen, tiba-tiba seseorang datang hendak belanja sabu kepada rekan tersangka. Tersangka kemudian menawarkan diri menjadi perantara dan pergi kebelakang warung.

“Bang minta paket Rp100.000,” kata pria itu kepada tersangka seperti ditirukan Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin yang mewakili Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Hariandja SIK MH.

Dan tersangka menyuruh agar ditunggu sebentar dan dia menemui seseorang (identitas telah dikantongi). Orang itu kemudian mengatakan, terima dulu uangnya, baru isi garam.

Selanjutnya, tersangka memberikan 1 bungkus kecil kepada pembeli tersebut yang ternyata garam. Lalu pembeli itu pergi,” katanya dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Jumat (8/3).

Tak lama kemudian, pembeli tersebut datang kembali. Ternyata, dia tahu kalau yang dibelinya tadi bukanlah sabu, melainkan garam. Dia pun datang untuk.meminta uangnya kembali. Namun tersangka berdalih kalau uangnya sudah diberikan kepada rekannya yang sudah pergi.

Setelah itu, tersangka yang merupakan warga Kelurahan Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara tersebut mendapat ide untuk membungkus garam dan berencana hendak menjualnya. Belum sempat laku, tersangka sudah keburu ditangkap.

“Dengan perginya orang tersebut, tersangka mendapat ide dengan membungkus garam di dapur dengan menggunakan plastik potongan es mambo dengan membungkus 2 paket harga Rp100.000 dan 1 bungkus paket harga Rp150.000 serta mengantonginya. Dia kemudian kembali ke warung. Dengan tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian preman dan karena takut, tersangka membuang bungkusan plastik yang dikantongi pada saku celana ke atas pot bunga. Namun, dia ketahuan dan laki-laki yang ternyata aparat Kodim itu mengambil bungkusan yang dibuang tadi. Ketika mau diamankan, tersangka melawan dan melarikan diri ke pemandian Lobu. Sekitar 30 menit kemudian, datang beberapa orang TNI berpakaian sipil dan membawa tersangka ke Kodim. Kemudian, tersangka diserahkan ke Polres Sibolga,” paparnya.

Barang bukti yang disita dari tersangka berupa sabu bercampur garam serta bong atau alat hisap sabu. “Disita 3 bungkus serbuk putih terbungkus plastik bening, 1 buah alat hisap/bong dari kaca menempel boneka plastik dan pipet plastik putih. Kemudian, 2 buah pipet plastik bening, 2 buah plastik es mambo, 1 buah mancis dan 1 buah pisau lipat, ditemukan di atas meja warung, 3 bungkus plastik bening milik tersangka dan selain itu milik orang yang identitasnya telah dikantongi.

Kepada penyidik, tersangka mengaku telah mengonsumsi barang haram tersebut selama setahun terakhir. Dari hasil pemeriksaan urine, terbukti mengandung amphetamine dan marijuana. Polres Sibolga juga mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI atas kerjasamanya membasmi peredaran narkoba.

Kini, tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga, diduga melanggar pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1, jounto pasal 127 ayat 1, huruf a dari Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. (ts)

Bagikan:
Loading...