Dituduh Pelihara Begu Ganjang, Sekeluarga Terpaksa Tinggalkan Desa

Musyawarah yang diadakan di Balai Desa Gonting Mahe terkait tudingan adanya warga memelihara begu ganjang.
LINE it!

NewTapanuli.com, TAPTENG- BS (35) harus meninggalkan desanya karena desakan warga yang menuduhnya tukang santet (parbegu ganjang). Ini terjadi pasca beredarnya video salah seorang warga yang sedang kesurupan sambil menuding BS, warga Dusun III, Desa Gonting Mahe, Kecamatan Sorkam, Tapanuli Tengah (Tapteng), seorang tukang sattet.

Informasi dihimpun, setelah beredarnya video kesurupan salah seorang warga berinisial MS (38), warga yang sama, ratusan warga pun heboh sehingga musyawarah diadakan di Balai Desa Gonting Mahe untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pada Selasa (16/1) sekira pukul 15.30 WIB. Pertemuan itu dihadiri Forkopimka Kecamatan Sorkam dan Kepala Desa Ginting Mahe Masri Hutauruk beserta personel TNI/Polri.

Kepala Desa Gonting Mahe Masri Hutauruk yang dikonfirmasi New Tapanuli, Kamis (18/1) terkait hasil musyawarah yang digelar bersama masyarakat terkait tudingan terhadap BS menuturkan bahwa hasil musyawarah, BS terpaksa meninggalkan kampung sesuai desakan warga lainnya.

“Warga mendesak BS keluar kampung, itulah permintaan warga waktu itu. Selesai musyawarah, BS dalam pengamanan Polsek Sorkam dibawa ke Mapolsek dan sekarang BS sudah tidak ada di kampung. Kabarnya pergi ke arah Sibolga,” ujar Masri.

Dijelaskan, tudingan parbegu ganjang terhadap BS berawal dari beredarnya video MS saat sedang kesurupan. Dalam video itu, MS yang tengah kesurupan menyatakan BS adalah parbegu ganjang, sehingga setelah video itu beredar maka warga pun heboh.

“Iya, awalnya dari video itu, kesurupan dia. Itulah membuat warga heboh,” ucap Masri.

Loading...