173 Desa di Sumut Berlistrik

Bagikan:
Ilustrasi

NewTapanuli.com, Medan – Di 2019, PLN Wilayah Sumatara Utara memastikan akan ada 173 desa di Sumut yang teraliri listrik. Demikian dikatakan Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan PLN Wilayah Sumut, Tumpal Hutapea saat diskusi tentang Listrik Desa bersama Anggota DPD RI, Parlindungan Purba, Senin (11/2).

Dikatakan Tumpal bahwa di Sumut sendiri ada 6.610 kelurahan/desa. Dari jumlah itu, yang sudah berlistrik ada 5.837 kelurahan/desa. Sementara yang belum dialiri listrik ada 173 desa lagi. “Inilah yang akan kita usahakan dialiri listrik tahun ini juga,” ucapnya.

Ia melanjutkan, dari 173 desa yang belum dialiri listrik tersebut, ada 65 desa yang listriknya akan dibangun oleh PLN. Sementara 50 desa akan dibangun lewat Program Listrik Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). “Sementara sisanya, 58 desa lagi sudah dibangun sejak tahun lalu, dan selesai pada April 2019 ini,” sebutnya.

Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan listrik tersebut Rp212 miliar. Dari jumlah anggaran itu, PLN menargetkan ada penambahan 22.600 KK pelanggan. Bukan hanya itu, pihaknya juga memastikan untuk di Pulau Nias sendiri, pada tahun ini juga semua desa di sana akan berlistrik. “Di Nias desanya ada 88 yang belum berlistrik. Sementara sisanya di luar Nias, seperti di Natal, Padang Lawas dan lainnya,” katanya.

Hingga sampai saat ini beberapa kendala yang dihadapi sehingga masih adanya desa yang belum berlistrik dikarenakan akses jalan yang ektrem. Akses jalannya tidak bisa didahului roda empat, kemudian sulit mendapatkan izin penebangan pohon dan permasalahan lainnya adalah kurangnya mitra yang kompeten.

“Kita susah mendapatkan mitra yang kompeten. Volume mitra kita juga terbatas. Ini juga kendala,” katanya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Anggota DPD RI, Parlindungan Purba mengatakan bahwa pertemuan ini pada dasarnya menindaklanjuti pertemuan beberapa waktu lalu di Senayan antara PLN dan Kementerian ESDM. Dari sinilah, Parlindungan Purba menyimpulkan bahwa ke depan untuk mendukung itu semua, perlunya koordinasi antara pemerintah daerah (pemda), pemkot/pemkab, PLN dan Kementerian ESDM agar semua listrik baik itu di tujuh kabupaten sekitaran Danau Toba maupun di Pulau Nias dapat teraliri listrik.

“Kalau untuk kendala-kendala yang tadi itu, akses jalan misalnya bisa kita gunakan dana desa untuk memperlancar akses jalan tersebut. Kemudian untuk anggaran mitra kerja yang kurang perlu koordinasi antar pemda, pemkab, PLN dan Kementerian ESDM,” sebutnya.

Bukan hanya itu DPD juga akan mengusahakan agar proses tender dibuka seluas-luasnya serta akan mengusahakan adanya pemasangan jaringan secara gratis yang biayanya disubsidi oleh pemerintah. “Karena seperti kita ketahui juga bahwa mereka yang belum mendapat aliran listrik ini rata-rata masyarakat ekonomi lemah,” sebutnya. (rel/nt)

Bagikan:
Loading...