Peredaran 14 Kg Sabu Digagalkan Kurir Tewas Ditembak

Bagikan:
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menunjukkan barang bukti saat memaparkan kasus penyelundupan narkoba asal Cina di RS Bahayangkara Medan, Kamis (7/2).

NewTapanuli.com, SUMUT – TINDAKAN tegas diambil personel Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) terhadap dua kurir narkoba yang membawa 14 kg sabu asal Provinsi Riau tujuan Medan.

Satu di antaranya tewas ditembak, lantaran berusaha melarikan diri saat pengembangan kasus di Jalan Lintas Sumatera Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam pemaparannya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan menjelaskan dua orang kurir narkoba tersebut, yakni S dan P.

Kasus ini diungkap berawal pada Minggu (3/2). Saat itu, Polda Sumut mengawasi satu unit mobil Avanza warna hitam BK 1875 FJ yang dicurigai membawa narkoba dari Provinsi Riau menuju Medan.

“Namun mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Petugas berusaha menghentikan mobil itu di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medan Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau,” ujar Irjen Pol Agus, Kamis (7/2).

Saat diintai, pelaku berusaha melarikan diri dengan melepaskan tembakan dan mengenai mobil petugas. Kemudian, polisi melepaskan tembakan ke arah kendaraan pelaku dan mengenai telapak tangan, serta lutut sebelah kiri S yang bertindak sebagai sopir.

Selanjutnya, di Jalan Lintas Sumatera Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), mobil tersebut berhenti dan dua orang laki-laki ke luar dari mobil serta berusaha melarikan diri ke arah perkebunan.

Petugas kembali memberikan tembakan peringatan, namun kedua orang itu tidak menghiraukannya. S berhasil dibekuk dan P melarikan diri.

Setelah melakukan pengejaran dan penyisiran di lokasi, P sukses ditangkap. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di mobil itu dan ditemukan satu tas warna hitam yang berisi 14 kemasan teh warna hijau yang isinya masing-masing 1 kg sabu-sabu.

Tersangka S dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pengobatan. Sedangkan P dibawa untuk pengembangan.

“Namun di perjalanan P berupaya melarikan diri, dan karena tidak mengindahkan tembakan peringatan, petugas melakukan tindakan tegas terukur dan mengenai punggung bagian kiri yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia,” ungkapnya.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti 14 kg sabu-sabu, dua unit handphone, dan satu unit Mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1875 FJ.

“Satu orang tersangka S yang masih hidup akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup dan paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkasnya. (fir/pojoksumut/nt)

Bagikan:
Loading...