Seminar Ekologi Bagi Para Calon Pendeta HKI Memahami Konsep Eco-Theolgy Yang Benar

Bagikan:
Para calon pendeta HKI foto bersama usai mengkuti seminar Ekologi yang dilaksanakan di Kantor Pusat HKI, Selasa (4/2).(Rano Hutasoit/Metro Siantar/NewTapanuli)

NewTapanuli.com – PARA Calon Pendeta dan Pendeta Huria Kristen Indonesia (HKI) mengikuti seminar Ekologi yang dilaksanakan di Kantor Pusat HKI, Selasa (4/2).

Sekretaris Jenderal Huria Kristen Indonesia (HKI) Pdt Dr Batara Sihombing MTh, dalam pemaparannya menyampaikan, aktifitas pembangunan yang dilakukan manusia memiliki sisi buruk bagi keutuhan ciptaan, seperti: perubahan iklim, krisis pangan, banjir dan tanah longsor, kekeringan, dan kelaparan.

Atas hal ini, beberapa dasawarsa terakhir, dunia internasional secara gencar melakukan kampanye untuk menghentikan kerusakan tersebut. Keberlangsungan dunia ciptaan Tuhan di bumi ini perlu dijaga dan dilestarikan.

Hal ini menjadi salah satu fokus utama dari apa yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs), dan untuk itu dibutuhkan konsep eco-theolgy yang benar, terutama oleh para pelayan gereja.

“Tanggung jawab orang Kristen terhadap lingkungan hidup adalah sebagai pengelola, bukan penguasa alam ciptaan Tuhan, yang melindungi, memulihkan dan meningkatkan pemanfaatan ekosistem bumi,” tegasnya.

Diharapkan lewat seminar ini, para calon pendeta HKI mendapat pemahaman yang baik atas persoalan-persoalan ekologi. Juga melalui seminar ini, para calon pendeta di HKI akan dimampukan untuk ikut mengkampanyekan upaya pelestarian lingkungan hidup kepada jemaat dimana ia melayani.

Dalam seminar tersebut, hadir juga Drg Hotlin Ompusunggu, yang membagikan pengalamannya sebagai salah seorang pegiat pelestarian lingkungan hidup tentang bagaimana para calon pendeta HKI dapat mengetahui langkah-langkah apa yang dapat dilakukan dalam uaya pelestarian lingkungan hidup.

Dari sisi advokasi lingkungan Hidup, Fernando Sihotang SSi MA, menekankan pentingnya para calon pendeta untuk dapat melakukan pendampingan bagi warga gereja agar semakin mengetahui dan memahami dampak kerusakan lingkungan hidup. Pelaksanaan seminar ekologi itu sendiri adalah bagian dari program Eco-Theology, kerjasama antara Huria Kristen Indonesa (HKI) dengan Luheran World Federation (LWF). (rah/esa/ms/nt)

Bagikan:
Loading...