Rampas Uang Calon Penumpang Dua Calo Diamankan

Bagikan:
Dua pelaku perampasan uang calon penumpang di eks Terminal Sukadame, Kecamatan Siantar.

NewTapanuli.com, SIANTAR – SETELAH viral di media sosial, terkait adanya perampasan uang dari dompet calon penumpang di eks terminal Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat dan mengamankan dua pelaku pada Rabu (6/2) pagi.

Kedua pria tersebut berinisial HS, warga Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa dan IS, warga Jalan Cendana, Pematangsiantar.

Tindakan pemerasan itu direkam oleh warga net sehingga menjadi viral di media sosial dan menjadi perhatian polisi. Dalam video tersebut terlihat dua pria mengambil uang dari dalam dompet calon penumpang yang hendak berangkat ke Simpang Kawat, Kabupaten Asahan. Tidak hanya uang, bahkan HP calon penumpang itu juga turut diambil. Sedikitnya ada 5 calon penumpang yang hendak berangkat ke Simpang Kawat. Rencananya setelah sampai di Simpang Kawat, mereka dijemput temannya dan melanjutkan perjalanan ke Jambi. Namun, kedua pria yang mengaku sebagai agen bus tersebut memaksa agar penumpang tersebut menyerahkan uangnya.

Beberapa saat setelah heboh di media sosial, polisi langsung bergerak dan menangkap kedua pelaku. Sementara penumpang tersebut sudah berangkat ke Simpang Kawat.

Berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Polsek Siantar Utara Ipda B Simanjuntak, kedua pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polres Siantar.

“Kasusnya masih ditangani. Sementara penumpangnya itu sudah berangkat sehingga tidak ada laporan pengaduan secara resmi kita terima,” terangnya.

Ipda B Simanjuntak menambahkan, para penumpang itu ditemui ke dua agen bus tersebut dan mengatakan tarif ongkos ke Simpang Kawat. Lantaran menurut calon penumpang itu kemahalan, sehingga calon penumpang tidak bersedia ikut. Namun, kedua agen tersebut memaksa agar penumpang itu naik bus dan mengambil uang dari dalam dompetnya.

“Menurut keterangan pelaku, penumpang itu mendapat informasi ongkos ke Simpang Kawat Rp15 ribu. Sementara agen itu mengatakan kalau ongkosnya Rp35 ribu. Nah, hanya saja cara agen itu memaksa calon penumpang itu agar membayar,” terang Ipda B Simanjuntak.

Akhirnya 5 orang penumpang itu berangkat dengan total ongkos sekitar Rp250 ribu sesuai arahan si agen tersebut. “Kita masih memeriksa kedua pria ini dan juga kita mintakan ke Unit Sat Narkoba guna memeriksa tes urin,” katanya. (pra/esa/ms/nt)

Bagikan:
Loading...