Sihar Sitorus: Mari Wujudkan Tao Toba yang Baru, Hijau dan Teduh

Bagikan:
Dr Sihar Pangihutan Sitorus, Ketua Umum ForumTao Toba Religious Harmony, dilantik pucuk pimpinan gereja bersama para pengurus, Sabtu (5/1/19).

NewTapanuli.com, SIANTAR – Dr Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus dilantik menjadi ketua umum ForumTao Toba Religious Harmony oleh pimpinan denominasi gereja-gereja di Sumatera Utara, Sabtu (5/1) di Rumas Dinas Ephrous GKPS Jalan Pdt J Wismar Saragih Pematangsiantar.

Pelantikan Pengurus Forum Tao Toba Religious yang dilakukan pimpinan gereja di sela-sela acara Tahun Baru GKPS ini, disaksikan dan ikut melantik yakni Ephorus GKPS Pdt MR Purba, Mantan Ephorus HKBP Pdt Sae Nababan, mewakil Katolik Pastor Herman Nainggolan, Ketua Moderamen GBKP, pimpinan GKPI, pimpinan HKI dan sejumlah pucuk pimpinan gereja yang ada di Sumut.

Mantan Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata yang saat ini menjabat Moderator UEM dan CCA ini, didaulat memimpin pelantikan Sihar P Sitorus bersama pengurus lain, di antaranya Wakil Ketua Irbawati Saragih, Delphi Masdiana Ujung, Pastor Herman Nainggolan dan Jonas Hudajah.

Ketua Pelaksana Pdt Saut Sirait, Sekretaris Jenderal Arya Sinulingga dan Bendahara Umum Nepos Pahpahan. Beberapa ketua bidang yang dilantik yakni Pdt Dr Hulman Sinaga sebagai ketua bidang acara dan persidangan, Pdt Mannes Purba MTh LM sebagai ketua bidang ibadah dan ketua bidang umum dijabat Basar Simanjuntak.

Sihar Sitorus dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh pimpinan gereja di Sumatera Utara yang menerima ide dan gagasan yang berbeda dari sebelumnya, yakni pendekatan spiritual dalam membangun dan memperbaiki Tao Toba dan Gunung Sinabung.

“Doa dalam pelantikan yang sederhana ini diharapkan seluruh pengurus dapat bekerja dengan keserhanaan tapi dengan tekad yang kuat. Karena beban yang dipikul sangat berat,” kata Sihar.

Bicara Tao Toba, lanjut Sihar, bukan hanya soal tao atau danau saja. Tapi mewakili seluruh ciptaan yang ada di dalamnya. Masyarakatnya, tumbuh-tumbuhan,hewan, air, udara dan seluruh yang ada di wilayah Danau Toba. Ini akan membawa kita pada suatu nostalgia jati diri sebagai bangso batak yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.

Dijelaskan Sihar, sistem kepengurusan ini masih perlu penyempurnaan. Semua diajak untuk turut serta menyukseskan acara ini, baik yang berada di acara open house dan seluruh masyarakat di Sumatera Utara.

“Karena Tao Toba ini bukan milik satu orang, tapi milik dunia. Kita sama-sama bergandengan tangan, untuk mewujudkan Tao Toba yang baru, hijau dan teduh. Yang dapat menerima semua lapisan masyarakat, apa pun latar belakangnya,” katanya.

Sementara Ephorus GKPS Pdt Rumanja Purba dan Sekjen Pdt Ulrich Munthe dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kedatangan seluruh undangan dalam acara Open House GKPS tahun baru 2019. Tahun 2018, GKPS menjadikan sebagai tahun diakonia. Sementara untuk tahun 2019 akan menjadi tahun kemandirian theologia.

Sementara Pendeta Saut Sirait dalam khotbahnya menyampaikan, manusia harus memiliki rasa, ada orang lain di dalam dirinya. Ada kepedulian dan hubungan dengan sesama.

Dibutuhkan kesadaran yang baru di dalam jemaat yang diperlengkapi Tuhan. Memiliki khidmat dan kebijaksanaan. Pelayan dan jemaat harus ada di dalam dirinya, orang lain yang nantinya menumbuhkan solidaritas. Melayani dengan kasih, menumbuhkan kemampuan orang-orang untuk mengelola, mengawasi dan memimpin. Dibutuhkan pengajaran yang sungguh-sungguh membawa orang membawa ke realitas.

“Orangtua sering dilanda ketakutan akan masa depan anak-anak. Kekhawatiran yang tidak bernalar. Tanpa sadar orangtua merasa memiliki saham tunggal pada masa depan anak-anaknya. Sementara lupa bahwa Tuhan punya rencana untuk anak dan manusia pada umumnya,” kata Saut Sirait. (esa/ms/nt)

Bagikan:
Loading...