Poldasu Kaji Penyebab Longsor di Parapat

Bagikan:
Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun dan instansi terkait saat melakukan pengawasan pekerjaan pembersihan lumpur dan badan jalan yang tertimbun longsor.

NewTapanuli.com – ARUS lalulintas ke dan dari kota wisata kawasan Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun, pasca penanganan total material longsor pada Sabtu (5/1) kemarin, normal.

Pantauan Minggu (6/1) pagi sampai tengah hari, akses jalan nasional lintas Sumatera itu kembali diberlakukan dua arah tanpa sistem buka tutup, lancar dan sepi.
“Semoga tidak ada longsor susulan lagi,” kata pengguna jalan, Dirman, warga Kota Pematangsiantar.

Kepala Bappeda Kabupaten Simalungun, Sarimuda Purba mengatakan, penanganan sumber longsor berupa ‘kolam’ di Bukit Bangun Dolok yang berasal dari tiga mata air, dilakukan dengan membuat saluran air lain.

Selain itu, normalisasi saluran aliran air yang tertutup di bawah jembatan kembar Sidua-dua yang menjadi titik terdampak longsor dan menyebabkan ruas jalan tertimbun.

Arus lalulintas pada libur umum Natal dan Tahun Baru di kawasan itu sempat terganggu kelancarannya akibat longsor yang terjadi berulang-ulang, sedikitnya tujuh kali, di titik yang sama.

Sementara, Kepolisian Daerah Sumatera Utara saat ini tengah melakukan kajian terhadap bencana alam tanah longsor yang terjadi di jalan nasional di jalur Pematang Siantar- Parapat, Kabupaten Simalungun yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

“Namun hingga kini belum dapat dipastikan penyebab longsor tersebut,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Medan, Sabtu (5/1).

Dalam beberapa hari ini, menurut dia, bencana longsor itu telah berulang kali terjadi di kawasan jembatan kembar atau sekitar satu kilometer dari kawasan wisata Parapat.

“Jadi, bila terjadi longsor, arus lalu lintas di kawasan itu lumpuh total, sehingga petugas berulang kali harus membersihkan material di badan jalan,” ujar Kapolda.

Ia mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi pada pekan ini membuat debit air menuju aliran sungai meningkat. Hal itu kemungkinan menjadi penyebab longsor di jembatan kembar Parapat.

Arus lalu lintas di jalan nasional Kota Pematangsiantar-Parapat menuju daerah Tapanuli atau sebaliknya sendiri pada Sabtu (5/1) pagi sudah bisa dilalui dua arah

“Sudah bisa dari dua arah, secara bergantian, dan buka tutup,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun, Ramadhani Purba.

Sistem buka tutup dilakukan sekaitan masih berlangsungnya pembersihan material longsoran tanah berlumpur di jembatan kembar Sidua-dua di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Jembatan itu merupakan lokasi terdampak longsor bukit Bangun Dolok yang terjadi sejak 18 Desember 2018 dan tercatat sudah tujuh kali.

Pada peristiwa itu, enam kendaraan, dua di antaranya sepedamotor, sewaktu melintas, terkena longsoran material, namun tidak ada korban jiwa. (ant/nt)

Bagikan:
Loading...