Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara Butuh Perhatian

Bagikan:
Pohon Natal setinggi 33 meter yang berada di Jalan Gereja Kota Siantar. (Gideon Aritonang/Metro Siantar)

NewTapanuli.com, Siantar – POHON Natal yang terletak di Jalan Gereja, Kecamatan Siantar Selatan, tepat di areal kantor Biro Zending HKBP, butuh perhatian. Pohon setinggi 33 meter dengan rangkaian rangka besi bundar melingkar, dibangun tahun 1996 dan diresmikan pada tahun 1997 oleh Menteri Agama, saat itu dijabat Tarmizi Tharer.

Di awal peresmiannya, Pohon Natal yang terbesar di Asia Tenggara ini merupakan salah satu daya tarik di Kota Pematangsiantar, yang ketika itu dipimpin Drs H Abu Hanifah. Namun saat ini, kondisi pohon terang yang terbuat dari baja ini butuh pembangunan.

Bona Pakpahan seorang warga Pematangsiantar menyebutkan, saat Marim Purba menjabat sebagai Walikota Pematangsiantar, sempat mendekorasi ulang pohon terang tersebut.
Diceritakan Bona, ketika proses pendekorasian, dia lah yang meletakkan ornamen bintang di puncak Pohon Natal itu.

“Saya pasang lampunya. Saya buat kelap kelip,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (4/12).

Melihat kondisinya yang sudah berubah drastis saat ini, Bona tampak kecewa. Di mana, sambung Bona, pohon terang itu salah satu yang bisa dibanggakan dari kota Sapangambei Manoktok Hitei, ini.

“Pohon terang itu yang dapat kita banggakan. Itu yang tak dimiliki daerah lain, bukan hanya di Indonesia, tapi di Asia Tenggara,” katanya.

Bona Pakpahan juga memiliki rencana, kembali membuat Pohon Natal ini seindah yang seharusnya. Selain besar, Pohon Natal itu juga nantinya akan megah dan indah.

“Contoh lainnya, di puncak pohon terang itu bisa dihias dengan lampu bertuliskan selamat datang di Siantar, dan dikelilingi ornamen seluruh agama yang ada. Jadi, ketika masuk Siantar, orang bisa lihat itu,” terangnya.

“Sekarang kita lihatlah bagaimana kondisinya, seperti hanya besi saja. Lampunya kadang tidak hidup,” ujar warga Jalan Kasuari, Kecamatan Siantar Barat, ini dengan nada datar.

Diharapkan, seluruh pihak bergerak hatinya untuk kembali membangun Kota Pematangsiantar.

“Kalau saya punya dana cukup, saya sendiri bisa memperbaiki itu. Tapi sayangnya, rezeki yang saya punya tahun ini sudah saya sisihkan untuk yang lain,” ujarnya. (gid/ahu/nt)

Bagikan:
Loading...