Kawanan Menolong Korbannya, Pasang Jaket dan Balut Luka

Korban masih dirawat di RS.
LINE it!

NewTapanuli.com, Simalungun – Korban perampokan bersenjata tajam Lohot Sitanggang dan Istrinya Meri Sinaga, ternyata sempat merasakan ‘pertolongan’ dari salah satu pelaku. Luka di kaki korban sempat diperban dan sebuah jacket ditutupkan ke tubuhnya yang hanya menggunakan kaos singlet.

Ditemui di Ruang Merpati III RS Tiara Pematangsiantar sekira pukul 11.00 WIB, Lohot masih terbaring lemas, didampingi beberapa kerabatnya. Sementara istrinya saat itu sedang berada di rumah. Lohot sangat berharap pelaku perampokan yang terjadi, Selasa (7/8) sekira pukul 04.00 WIB, segera ditangkap.

Dijelaskan Lohot, satu di antara lima pelaku yang menggasak harta berharga di rumahnya, termasuk uang dan perhiasan yang dipakainya, sempat menolongnya sebelum meninggal rumah. Pelaku sempat mengikatkan kain di sekitar luka sayatan kampak di kakinya.

Sebelumnya pergi, pelaku mengacak-acak rumah pria yang merupakan pemilik kebun sawit ni. Bahkan receiver Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di ruang tamu, dibawa pelaku.

“Receiver CCTV yang di rumah juga diambil pelaku. Kamera nya tinggal di situ, lebih pentingkan reicevernya itu. Di situ tersimpan rekaman,” kata korban.

Diceritakan, lima pelaku perampokan yang mengenakan penutup wajah masuk ke dalam rumah korban melalui pintu samping. Sebelum berhasil masuk, dua pelaku sempat kewalahan menghadapi perlawanan korban yang sudah terbangun, saat pelaku berusaha membuka pintu.

Kemudian pelaku lainnya datang membantu dan langsung mengayunkan kapak ke arah korban. Akibatnya kepala korban mengalami luka yang cukup parah.

Selanjutnya korban dipukul menggunakan linggis di bagian bahu kanan, kaki kanan, dan lengan kanannya. Saat itu korban langsung jatuh dan diikat oleh para pelaku.
Istrinya yang telah berada di ruang dapur juga mendapat kekerasan dari pelaku. Ia disekap di kamar mandi dengan keadaan tengkurap, kaki dan tangannya diikat dengan tali serta mulut istri korban ditutup dengan lakban.

Setelah kedua korban berhasil dilumpuhkan para pelaku. Mereka pun dengan leluasa menggasak sejumlah barang berharga milik keluarga yang tinggal berdua di rumah tersebut.

“Mereka mengacak-acak lemari dan laci. Masuk ke dalan kamar tapi tidak ada dapat mereka apa-apa. Kemudian mereka menanyai saya dimana tempat uang dan perhiasan,” terang korban.

Mendapat petunjuk dari korbannya, tiga orang pelaku menuju tempat yang dimaksud. Mereka pun berhasil mendapatkan sejumlah uang dan perhiasaan. “Satu orang menjaga kami, satu lagi di luar. Jadi yang mengacak-acak rumah itu ada tiga orang,” pungkasnya.

Sebagian dari uang tersebut merupakan uang milik gereja tempat mereka beribadah.

Di tengah-tengah sedang mengumpulkan barang berharga milik korban, handphone milik salah seorang pelaku berbunyi. Korban sempat mendengar pembicaraan pelaku ditelepon selulernya.

“Iya tunggu dulu, belum siap ini,” ucap korban meniru percakapan pelaku di teleponnya. Diduga telepon datang dari rekan pelaku yang mengemudikan mobil. (gid/putri/esa/ms/nt)

Loading...