Jual Togel, Warga Aek Parombunan Ditangkap Polisi

Bagikan:
Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin beserta tersangka ASH dan barang bukti usai menjalani pemeriksaan. (TOGA SIANTURI/NEW TAPANULI)

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sibolga untuk kesekian kalinya mengamankan warga Kelurahan Aek Parombunan, kota Sibolga terkait kasus jui tebak angka atau lazimnya dikenal dengan sebutan toto gelap (togel).

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas, Iptu Ramadhansyah Sormin menjelaskan, baru-baru ini Satreskrim Polres Sibolga dibawah kepemimpinan Kasat Reskrim AKP D Ompusunggu mengamankan seorang pria berinisal ASH (49) dari rumahnya di Jalan SM Raja Kota Sibolga.

“Sebelumnya ada informasi menyebutkan tersangka ASH merupakan penulis togel di kawasan itu, sehingga unit Opsnal diperintahkan melakukan lidik dan berhasil mengamankan ASH,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti berupa 3 buku tulis berisikan nomor pasangan, sebuah laci meja berwarna coklat, 5 buah pulpen, satu buah hekter berwarna biru.

“Kemudian sebuah ember kecil berwarna hijau, 33 lembar kertas kecil berisikan nomor pasangan, 1 lembar kertas berisikan rekap nomor pasangan, satu lembar kertas berisikan bahasan nomor dan uang sebesar Rp.325.000,” jelas Ramadhansyah seraya mengatakan tersangka jadi jadi jurtul togel untuk menambah penghasilan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka, katanya lagi, pihaknya juga sudah mengantongi identitas bandar togel tersebut, dan pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap informasi itu.

“Terkait kasus ini, omzet perharinya berkisar Rp.100.000 hingga Rp.300.000, dan tersangka yang mengaku baru sebulan menulis togel ini mengaku mendapat imbalan sebesar 20 persen dari omzet,” imbuh Ramadhansyah.

Menurutnya, tersangka juga menjelaskan sekilas cara permainan judi tebak angka tersebut, dimana setiap pemasang akan diberikan secarik kertas berisi angka tebak sebagai bukti.

“Kalau ada pemasang, nomor ditulis diselembar kertas dan memberikannya pada pemasang. Sebelum pukul 5 sore, semua nomor harus sudah direkap dan diantar ke bandar dan satu jam kemudian nomor yang keluar bisa diketahui melalui internet,” bebernya.

Ironisnya, sambungnya, dari data kepolisian yang ada tersangka AHS yang memiliki 5 anak itu sudah pernah dihukum dalam kasus yang sama pada tahun 2015 lalu. “Tersangka saat itu dihukum penjara selama 1 bulan di Lapas Tukka.

Saat ini, tersangka ditahan di RTP Mapolres Sibolga, dan dikenakan Pasal 303 ayat 1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,” tandasnya. (ts/rb).

Bagikan:
Loading...