Dihadang Polisi, Penjual Ikan Langsung Buang Sabu dan Ganja

Bagikan:
Tersangka SMS alias S (26) dan KAP alias K (17) saat diamankan di Mapolres Sibolga.

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Sepedamotor yang ditumpangi SMS alias S (26) dan KAP alias K (17), tiba-tiba dihadang polisi di Jalan Horas atas dugaan kedua pria tersebut membawa sabu dan ganja, Selasa (4/9).

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhasyah Sormin membenarkan penangkapan tersebut.

Seperti biasa, penangkapan katanya bermula dari adanya laporan warga, yang kemudian dikembangkan hingga dilakukan penangkapan terhadap kedua warga Jalan Peralihan Gang Bersama, Kelurahan Pasir Bidang, Tapteng tersebut.

“Kita dapat info, ada 2 laki-laki yang memiliki narkoba berupa ganja dan sabu. Kemudian, Kasat Narkoba AKP E Panjaitan memerintahkan untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman. Sekira pukul 19.00 WIB, tepatnya di Jalan Horas arah gunung, petugas melihat keduanya sedang naik sepeda motor. Petugas kemudian menghentikannya.

Sebelumnya, salah satu dari mereka kedapatan membuang sesuatu. Saat diperiksa ternyata, ganja dan sabu. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Sormin, Sabtu (8/9).

Dari keterangan kedua pria yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka tersebut diketahui kalau barang haram tersebut diperoleh dari seseorang di sebuah kedai tuak di daerah Sibolga Julu.

“Keduanya bekerja sebagai penjual ikan. Setelah selesai bekerja, keduanya pergi naik sepeda motor jenis honda beat warna biru putih BB 3405 MV menuju Sibolga Julu untuk minum tuak. Saat minum tuak, datang seorang laki-laki yang tidak mereka kenal, memberikan 1 bungkus daun ganja yang dibalut kertas warna coklat dan sabu. Sambil mengatakan, makeknya kalian. Kedua tersangka menjawab, iya. Kemudian, bungkusan tersebut diterima oleh SMS dan dimasukkan ke saku celana kiri belakang. Menurut pengakuan mereka, sabu dan ganja itu dikasih secara gratis,” ungkapnya menceritakan keterangan tersangka.

Beberapa saat kemudian, keduanya bergegas pulang. Saat itu, SMS yang mengemudikan sepeda motor, sedangkan KAP duduk dibangku belakang. Ditengah perjalanan, SMS mencoba mengeluarkan ganja yang baru saja mereka beli dan menggenggamnya.

“Untuk mengantisipasi polisi, dia mengeluarkan ganja dari saku celananya dan menggenggamnya menggunakan tangan kiri. Maksudnya, apabila tertangkap, bisa cepat membuangnya,” terang Sormin.

Dugaan SMS benar, tepat dijalan Horas, mereka dihadang petugas. Namun, upaya untuk menghilangkan barang bukti gagal, petugas keburu mengetahuinya.

Dari hasil tes urine, SMS positif mengandung Amphetamine dan Marijuana. Sedangkan KAP, hanya mengandung Amphetamine. Keduanya kini ditahan di RTP Mapolres Sibolga.

Keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat 1, Subsider pasal 112 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1, Jounto pasal 132 dari Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts/rah/nt)

Bagikan:
Loading...