Januari, Sibolga Deflasi -0,03%

Bagikan:
Ilustrasi

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Pada bulan Januari 2019, Kota Sibolga mengalami deflasi -0,03% (mtm). Secara tahunan mengalami inflasi 1,53% (yoy) dan tahun berjalan, deflasi -0,03% (ytd). Pada bulan yang sama, Kota Padangsidimpuan mengalami inflasi 0,46% (mtm), secara tahunan, inflasi 2,41% (yoy) dan tahun berjalan, inflasi 0,46% (ytd).

Manajer Unit Advisory Ekonomi dan Keuangan KPw Bank Indonesia Sibolga Wandi Ridho menjelaskan, secara umum inflasi awal tahun di Sibolga dan Padangsidimpuan terkendali. “Kedua kota ini (Sibolga dan Padangsidimpuan) adalah kota IHK di wilayah kerja KPw BI Sibolga,” ungkap Wandi Ridho, di Sibolga, Jumat (8/2).

Dibanding bulan Desember 2018 lalu, Sibolga mengalami inflasi 0,10% (mtm), tahunan, inflasi 2,86% (yoy) dan tahun berjalan, inflasi 2,86% (ytd). Kota Padangsidimpuan juga inflasi 0,41% (mtm), tahunan, inflasi 2,22% (yoy), dan tahun berjalan, inflasi 2,22% (ytd).

Wandi mengatakan, inflasi rendah pada Desember 2018 disebabkan faktor penurunan kelompok bahan makanan, antara lain harga cabai merah dan bawang merah serta didukung ketersediaan pasokan. Sementara untuk Januari 2019, juga disebabkan penurunan harga kelompok bahan makanan yang didominasi komoditas seperti cabai merah, bawang merah dan lainnya.

Secara tahunan, inflasi Sibolga (2,86%/yoy) dan Padangsidimpuan (2,22%/yoy) pada Desember 2018, merupakan inflasi terendah dibanding rata-rata 3 tahun terakhir yang masing-masing mengalami inflasi 4,60% (yoy) dan 3,25% (yoy).

Untuk Februari 2019, diperkirakan ada potensi terjadinya fluktuasi harga, mengingat terdapat perayaan Tahun Baru China, yakni Imlek 1570 BE, serta dari perkembangan harga terkini melalui survei pemantauan harga yang dilaksanakan BI Sibolga di kedua kota IHK tersebut. (rb/nt)

Bagikan:
Loading...