Diduga Ada Transaksional di Kejari Sibolga Pendemo Desak Timbul Pasaribu Dicopot

Bagikan:
Aksi Massa Ampuh di depan Kantor Kejari Sibolga, Rabu (6/2). (Toga Sianturi/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Untuk kedua kalinya, massa yang menamakan diri AMPUH (Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum) kembali menggelar aksi demo ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, Rabu (6/2). Tuntutan yang disampaikan sama dengan tuntutan sebelumnya, yakni mendesak agar Kepala Kejari (Kajari) Sibolga, Timbul Pasaribu segera dicopot dari jabatannya. Karena dianggap tidak mampu menegakkan hukum di di Sibolga dan Tapteng. Tak hanya pada tindak pidana korupsi, pada tindak pidana umum pun, diduga telah terjadi transaksional alias jual beli pasal.

Berbagai alat peraga dibawa seprti spanduk bertuliskan copot Timbul Pasaribu dari jabatannya selaku Kajari Sibolga. Kami tidak percaya lagi atas kinerjanya yang selama ini menurut kami mandul dalam menuntaskan kasus-kasus terutama kasus korupsi yang ada di wilayah hukum Sibolga-Tapteng. Kemudian, mereka juga membawa sebuah replika peti mati sebagai tanda bahwa hukum di Sibolga-Tapteng telah mati.

Salah seorang orator aksi, Herbert Sitohang dalam orasinya menyinggung bandar togel di Sibolga-Tapteng yang dituntut hanya 2 bulan oleh Kejari Sibolga. “Bandar Togel hanya dituntut 2 bulan, adakah transaksional di sini? Kita tanya ke rumput yang bergoyang, kita tanya kepada rumput yang bergoyang,” kata Herbert.

Ditimpali rekannya, Irwansyah Daulay yang menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan aksi bila Timbul Pasaribu masih memimpin Kejari Sibolga. “Apabila, Kejaksaan Negeri Sibolga ini masih dipimpin oleh Timbul Pasariba, maka aksi ini akan terus berlanjut. Ini sudah komitmen bagi kami, karena ini merupakan harga mati bagi kami,” seru Irwan.

Terkait penetapan hukuman, Irwan mengaku bahwa mereka bukan mengintervensi penegak hukum. Namun sebagai masyarakat katanya, sudah merupakan fungsi dan tugas masyarakat untuk mengingatkan, agar para penegak hukum tidak menyalahgunakan kewenangannya. “Bandar togel cuma dituntut 2 bulan penjara. Bagaimana hakim tidak memutus ringan, sedangkan bapak aja menuntut ringan. Kalau boleh serupa itu pak, tuntut semua bandar togel 2 bulan, itu baru keadilan. Jika tidak, tuntut seberat-beratnya, jika ada 3 tahun, 3 tahun. Kami bukan intervensi, kami hanya mengingatkan dan tugas masyarakat mengkritik, mengingatkan para penganut kepentingan, para pejabat yang sudah semena-mena, yang kami anggap menyalahgunakan kewenangannya. Itu tuntutan kami,” seru Irwan lagi.

Oleh karena itu, massa aksi mendesak agar Timbul Pasaribu segera mengajukan pengunduran dirinya sebagai orang nomor satu di Kejari Sibolga. “Kami minta kepada bapak, dengan kesadaran sendiri mundur dari jabatannya. Setuju,” kata Irwan dengan suara lantang, disambut dengan sorakan setuju dari para demonstran lainnya.

Sementara, beberapa orator lainnya menyuarakan beberapa dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di beberapa instansi termasuk Kepala Desa sebagai pengelola Dana Desa di Tapteng. Katanya, sudah banyak laporan yang disampaikan ke Keajri Sibolga, namun belum ada proses hukum yang berjalan. Menurut mereka, setiap kali dipertanyakan, Timbul Pasaribu selalu berkelit. Bahkan, pernah mengatakan bahwa berkas pengaduan yang pernah disampaikan telah dibawa oleh Kasi Pidsus Kejari Sibolga yang telah pindah tugas.

Amatan, usai menyampaikan orasinya, para demonstran diterima oleh Kasi Intel Kejadi Sibolga mewakili Timbul Pasaribu yang sedang tidak berada di kantornya. Massa hanya diterima di pintu gerbang kantor Kejari. Tidak ada dialog yang dilakukan didalam kantor Kejari Sibolga antara pihak Kejari Sibolga dan massa pengunjuk rasa.

Usai mendengar penjelasan perwakilan Kejari Sibolga, massapun membubarkan diri dengan tertib. (ts/nt)

Bagikan:
Loading...