Kasih akan Dirujuk Kembali

Bagikan:
Nursyam

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Terkait bayi Kasih Azharia Simatupang yang menderita tumor di hidungnya rencananya dalam minggu ini akan segera dirujuk ke Rumas Sakit Adam Malik Medan. Hal tersebut dikatakan Kadis Kesehatan Tapteng, Nursyam dalam keterangan persnya, Selasa (5/2).

“Semua ditanggung BPJS. Rencana mau ke Adam Malik dalam minggu ni,” kata Nursyam kepada wartawan.

Sekilas dia menjelaskan keterangan yang diperoleh dari petugas medis di sekitar tempat tinggal Kasih di Desa Gabungan Hasang Barus Tapteng. Awalnya katanya, saat Kasih hendak lahir, ibunya Lasmaria Togi Marito Simarmata (27) ditangani oleh bidan setempat. Namun, karena tidak mampu menolong persalinan tersebut, Lasmaria kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Swasta Metta Medika di Sibolga.

“Kronologinya, pertama kali datang ke bidan kita, tetapi bidan kita merujuk ke Rumah Sakit Metta Medika,” terangnya.

Setelah mendapat perawatan, pihak RS Metta Medika ternyata juga tidak mampu untuk menangani persalinan. Akhirnya, melalui keputusan tim medis rumah sakit, Lasmaria dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Di Adam Malik, bayi Kasih akhirnya lahir. Karena memiliki kelainan, bayi tersebut dirawat di rumah sakit tersebut hingga 3 bulan.

“Metta Medika merujuk ke Adam Malik dan lahir di Adam malik sampai usia 3 bulan, di bawa ke Barus,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasih Azharia boru Simatupang tidak seperti anak lain. Bayi yang kini berusia 3 bulan tersebut lahir prematur dan memiliki benjolan sebesar telor ayam di hidung.

Kini, anak dari pasangan Joffri Simatupang (28) dan istrinya Lasmaniar Togi Marito Boru Simarmata (27) warga Desa Gabungan Hasang, Barus, Tapanuli Tengah, ini kondisinya memprihatinkan. Benjolan di hidungnya tampak semakin membesar dan membuat Kasih susah bernafas. Ia juga kerap membuka mulut, seperti menghirup udara untuk bernafas. Banyak warga mengaku prihatin dengan kondisi Kasih yang dinilai patut mendapatkan uluran tangan. Apalagi kondisi orangtuanya yang kurang mampu dan hingga kini masih menumpang untuk tinggal di kios Pasar Onan Balerong Desa Gabungan Hasang.

Lasmaniar boru Simarmata (27) yang ditemui wartawan, Senin (4/2) lalu menceritakan bahwa sejak lahir, benjolan di hidung kasih memang sudah ada. Namun saat itu ukurannya masih kecil. “Namun semakin lama benjolan itu kian membesar. Yang membuat kami sedih, kondisi badan Kasih semakin kurus. Kami sudah membawanya berobat ke beberapa tempat, tetapi belum ada perubahan berarti,” kata Lasmaniar dengan mata berkaca-kaca.

Terakhir, mereka sudah membawa Kasih berobat ke RS Adam Malik Medan. “Bahkan, kami masih akan membawa Kasih kembali ke Medan untuk operasi. Semoga kondisi anakku ini bisa normal seperti bayi pada umumnya. Kami khawatir karena kondisinya yang semakin kurus dan berat badannya tidak bertambah. Apalagi belakangan Kasih terlihat susah bernafas,” ungkapnya sembari mengungkapkan bahwa kondisi keuangan mereka tidak memungkinkan untuk perobatan Kasih.

Sementara Kepala Desa Gabungan Hasang, Endi Pasaribu membenarkan kondisi kesehatan si bayi yang kian memprihatinkan. Dia bersama warga lain mengaku prihatin dan selalu memberikan dukungan atas kesembuhan putri ketiga dari Joffri dan Lasmaniar tersebut.

“Kita prihatin dengan apa yang menimpa salah seorang warga ini. Soalnya kasih mengalami kesulitan dalam bernafas karena ada benjolan di hidung,” kata Endi.

Menurutnya, rencananya mereka akan mendampingi keluarga tersebut bersama bayinya ke Medan untuk menjalani operasi. “Sebagai kepala desa, saya selalu memberikan dukungan agar si bayi dapat pulih,” tambahnya.

Diakuinya, kondisi ekonomi keluarga tersebut memang sangat miris dan membutuhkan bantuan. “Apalagi sampai hari ini mereka masih menumpang di kios Pasar Onan Balerong Desa Gabungan Hasang. Semoga dengan adanya perobatan yang bakal dilaksanakan di Medan, bisa membuat pulih kondisi Kasih,” tukasnya. (ts/nt)

Bagikan:
Loading...