Aniaya Istri, Pensiunan BUMN Masuk Bui

Bagikan:
Tersangka usai menjalani pemeriksaan. (Toga Sianturi/New Tapanuli)

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Seorang pria diamankan dari rumahnya di jalan Meranti, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kamis (31/1) sekira pukul 1.30 WIB. Pria yang diketahui berinisial AH alias HP (54) tersebut diamankan atas laporan istrinya, MZ (46) yang mengaku telah dianiaya oleh AH.

Menurut Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin penganiayaan terjadi sehari sebelum penangkapan, Rabu (30/1) sekira pukul 19.00 WIB. Saat itu istri tersangka datang melapor. “Keesokan harinya, suaminya AH kita amankan dari rumahnya,” kata Sormin, Senin (4/2).

Menurut keterangan istri tersangka, kejadian bermula pagi sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu dia hendak mengantar anaknya ke sekolah. Tiba-tiba, tersangka berteriak mengusir istrinya. “Saat mau mengantarkan putrinya ke sekolah dan dengan tiba-tiba suaminya (AH) berteriak dan menyuruhnya untuk membungkusi pakaian dan menyuruh pergi dari rumah,” ungkapnya.

Karena Mariani tidak mau pergi, tersanka kemudian menendang bokongnya dengan kuat. Akibatnya, bokong Mariani mengalami memar dan perih. Setelah itu, Marianipun membawa putrinya pergi dari rumah tersebut. “Awalnya gak mau pergi. Tapi, setelah kena tendang, diapun pergi dari rumah itu dan membawa putrinya,” pungkasnya.

Menurut Mariani, dia dan tersangka telah membina rumah tangga sejak tahun 1997 dan dikaruniai dua anak. “Dan sejak berumah tangga, keduanya sering bertengkar,” beber Sormin.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka yang merupakan pensiunan pegawai BUMN tersebut tidak mengakui penganiayaan tersebut. Menurutnya, dia tidak mengusir istrinya, melainkan istrinya sendirilah yang pergi dari rumah. “Dia menyuruh isterinya datang, karena ada yang mau dibicarakan. Tetapi isterinya pergi dari rumah. Itu menurut pengakuan tersangka,” tukasnya.

Meski demikian, menurut keterangan putri tersangka, membenarkan penganiayaan yang dilakukan ayahnya terhadap ibunya. “Putri tersangka menjelaskan bahwa ayah kandungnya ada melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya,” terang Sormin.

Kini tersangka ditahan di RTP Mapolres Sibolga. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat 1 dari undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Dengan ancaman hukuman 5 tahun. Barang bukti berupa hasil Visum Repertum. (ts/nt)

Bagikan:
Loading...