Mabuk, Tampar Istri dan Bogem Mertua

Bagikan:
Tersangka usai menjalani pemeriksaan. (Toga Sianturi/New Tapanuli)

NewTapanuli, SIBOLGA – Seorang pria di Jalan Oswald Siahaan, Kelurahan Sibolga Ilir, Sibolga Utara, tega menganiaya istrinya. Tak hanya itu, pria yang diketahui berinisial RS (40) itu juga membogem mertuanya BS yang sudah berusia 80 tahun. Diduga aksi kekerasan tersebut dilakukan lantaran RS di bawah pengaruh minuman keras.

Tak terima dengan perbuatan menantunya tersebut, Biner lantas melaporkan penganiayaan tersebut ke polisi. Usai menerima laporan korban, petugas kemudian mengamankan RS dari depan rumahnya.

Menurut keterangan Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, pemukulan dilakukan bermula saat RS pulang ke rumah pada Selasa (8/1) sekira pukul 02.00 WIB dari lapo tuak. Kondisinya saat itu sudah dalam keadaan mabuk. Tiba di rumah RS berlagak seperti mencari sesuatu, namun tidak kunjung dapat. Tiba-tiba istrinya keluar dari dapur dan menanya apa yang sedang dicari RS. “Sambil berjalan keluar rumah, istrinya nanya, apa yang kau cari, kasih tahu sama aku,” kata Sormin menirukan perkataan istri RS subuh itu, Rabu (9/1).

Entah apa sebabnya, RS kemudian ikut keluar dan langsung menampar muka istrinya. Aksi tersebut memicu keributan subuh itu. “Langsung ditampar pakai tangan kanan,” ungkapnya.

Mendengar ada suara ribut, BS yang sebelumnya telah tidur lantas terbangun. Dia kemudian menegur menantunya tersebut agar tidak lagi cekcok. Tak terima dengan teguran mertuanya, RS langsung melayangkan bogem mentah ke wajah pria tua tersebut hingga berulang kali. “Mendengar itu tersangka emosi dan melayangkan tinju ke muka secara berulang-ulang dan setelah puas tersangka tidur di warung depan rumahnya,” terang Sormin.

Sejam setelah dilaporkan, RS pun dijemput polisi untuk dimintai pertanggungjawaban atas penganiayaan tersebut. “Akibat penganiayaan, korban.mengalami luka-luka,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, ayah dua anak tersebut kini ditahan di RTP Polres Sibolga. Diduga melanggar pasal 351 ayat1 dari KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 2,8 tahun. (ts/nt)

Bagikan:
Loading...