Walikota Sibolga Pergoki Siswa Bolos di Warnet

Bagikan:
Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk saat menemukan anak-anak sedang main warnet pada jam belajar, Selasa (8/1/19). (TOGA SIANTURI/NEW TAPANULI)

NewTapanuli.com, SIBOLGA – Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk memergoki sejumlah siswa salah satu SD dan SLTP di Kota Sibolga asik bermain game di warung internet (warnet). Walikota mendapati langsung sejumlah siswa tersebut saat melakukan pemantauan jalan ambruk di kawasan Pasar Belakang, Selasa (8/1).

Terdapat 1 orang siswa SD dan dua SLTP yang ketahuan membolos, namun seluruh pelajar itu mengaku tidak sekolah atau bolos karena telat bangun. Syarfi pun lantas memberikan nasehat kepada mereka agar lebih memanfaatkan waktu untuk belajar, dan Syarfi juga mengharapkan agar seluruh orang tua siswa di Sibolga untuk lebih peduli dan memperhatikan kegiatan anak-anaknya.

Pada kesempatan itu, Syarfi juga meminta agar orangtua siswa yang bolos itu dihadirkan untuk dimintai pertanggungjawaban terkait pendidikan anak-anak tersebut, namun disayangkan mereka tidak bersedia menemui Walikota. Dari keterangan siswa yang bolos itu, 2 diantaranya mengaku siswa SMPN 1 Sibolga dan seorang lagi mengaku siswa SDN 9 Sibolga.

Syarfi juga menghubungi Kepala SMPN 1 Sibolga, Siti Zubaidah melalui seluler terkait persoalan itu, dan meminta agar orangtua siswa yang bolos itu dipanggil ke sekolah guna diminta penjelasan.

“Ada 2 siswa SMPN 1 Sibolga yang tidak sekolah tapi main warnet. Panggil saja orangtuanya,” kata Syarfi melalui telpon kepada Siti.

Menurut Syarfi, dia sangat menyayangkan sikap orangtua para pelajar yang bolos itu, apalagi terkesan membiarkan anak-anak mereka bermain internet pada saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

“Ini kan sudah tidak betul, apalagi pelajar itu mengaku kalau orangtuanya juga terlambat bangun pagi, makanya anaknya gak sekolah. Ini namanya orangtua kurang peduli dengan anaknya,” ketusnya.

TONTON VIDEONYA:

Syarfi juga mendatangi pemilik warnet itu dan memintanya agar dapat mengawasi para pengunjung warnet, bila pengunjung itu siswa apalagi masih menggunakan seragam sekolah agar jangan diberikan masuk.

“Saya minta agar pemilik warnet ini juga ikut mengawasi anak sekolah, untuk tidak bermain game saat jam sekolah. Harusnya, ditanya dulu, kalau masih anak sekolah jangan dikasih main,” pinta Syarfi seraya mengimbau pemilik warnet lebih selektif menerima pemain.

Tak hanya itu, Syarfi juga mempertanyakan izin usaha warnet tempat anak-anak tersebut bolos belajar. “Ada nggak izinnya ini,” tanyanya dengan nada kesal. (ts/rb/nt).

Bagikan:
Loading...