Eksekusi Eks Kedai Kopi Kok Tong Ricuh

Kericuhan antara pengacara tergugat dengan pihak PN Sibolga saat eksekusi bangunan eks kok tong Sibolga, Kamis (22/2).
LINE it!

NewTapanuli.com, SIBOLGA- Pengadilan Negeri (PN) Sibolga kembali membacakan putusan eksekusi tanah dan bangunan bekas kedai kopi Kok Tong yang terletak di Jalan Ahmad, Yani, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan SibolgaKota, Kamis (22/2).

Eksekusi lahan seluas 396 M2 tersebut sempat  ricuh dan mengundang perhatian warga. Karena adanya aksi protes dari pengacara termohon tergugat, Arhiano Nauli alias Lie Sui Hian, yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan dan bangunan yang disewa oleh pengusaha kedai kopi Kok Tong tersebut.

Tim pengacara mendatangi petugas pengadilan yang sedang membacakan surat penetapan eksekusi dan meminta agar pembacaan surat eksekusi tersebut dibatalkan. Karena dinilai telah cacat hukum, dimana pihak PN Sibolga tidak menghadirkan penggugat pada saat eksekusi.

“Mana orang Singapura nya, kok gak dihadirkan. Kami minta dihadirkan,” kata salah seorang pengacara kepada tim eksekusi.

Tak hanya itu, pengacara juga menilai bahwa keputusan pengadilan keliru, telah memenangkan warga Singapura dalam perkara perdata tersebut.

“Ini nggak sah, jangan dibaca dulu, Pak. Darimana jalannya ada tanah orang Singapura di negara ini. Pengadilan apa ini,” serunya sambil berusaha mendorong pagar betis personel Polres Sibolga yang melakukan pengamanan eksekusi.

Meski penolakan terus dilakukan tim pengacara tergugat, namun eksekusi tetap dilakukan. Menurut tim eksekusi, mereka hanya menjalankan sesuai dengan perintah Ketua PN Sibolga. Bila keputusan tersebut dinilai melanggar hukum, tim eksekusi mempersilahkan siapa pun yang keberatan atas eksekusi tersebut untuk menempuh jalur hukum.

Loading...