Boasa Ikkon Anakku, Hansit Nai di Hami da Amang…

Bagikan:
Suasana rumah duka di Pangururan, Samosir.

NewTapanuli.com, Pangururan – Jenazah satu keluarga korban pembunuhan Daperum Nainggolan disambut isak tangis seluruh keluarga saat tiba di rumah duka sekira pukul 06.50 WIB, Kamis (15/11/18) di Dusun Hariara III, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Samosir.

Dengan pengawalan ketat kepolisian, raungan sirene empat mobil ambulans yang membawa semua korban memecah pagi sepanjang jalan saat menuju rumah duka. Tiba di rumah duka, empat peti jenazah sesuai tradisi budaya Batak dibuat berjejer di halaman rumah duka, tangis pecah bahkan beberapa anggota dekat korban sampai tak sadarkan diri.

Seketika rumah duka ramai, ratusan warga memadati rumah duka, terlihat juga abang kandung korban Douglas Nainggolan diantara keluarga dekat korban yang sedang berduka.

Ibu korban Nurhayati Hasugian dalam tangisnya menyatakan kehilangan mendalam atas kepergian seluruh anggota keluarga Kaban Daperum Nainggolan. Iapun kerap memanggil nama kecil korban dengan panggilan Kaban.

Boasa ma ikkon songonon parlaomu anakku, hancit nai di hami da amang. Oh… Gaban… anakku naburju, dang tarpabereng bereng au namasaon sude amang. (Kenapa harus seperti ini caramu pergi, sakit kali ini bagi kami, anakku. Oh Gaban, anakku yang baik, tak sanggup aku menyaksikan semua ini),” ujar Ibu Korban dalam tangisnya.

Toho do ho mulak amang, mulak mamboan ilu. Oh… anakku Gaban naburju boasa ma ikkon songonon parmulakmu da amang? Didok ho do naing martaon baru di huta ho amang, hape dipajolo ho do mulak dohot sude pahoppuki. O…Gaban, hansit nai paninggalhon mon da amang. (Kau benar-benar pulang, anakku. Pulang membawa airmata. Ohh, anakku yang baik, kenapa kau pulang dengan cara seperti ini? Kau bilang akan bertahun baru di kampung, tapi kau mendahuluinya bersama cucu-cucuku. Sakit sekali kepergianmu ini ,” tangis ibunya. (ana/ms/nt)

Tonton Videonya:

 

Bagikan:
Loading...