Rumah Duka di Samosir Sepi, Ibu Duduk Murung di Teras

Bagikan:
Nurhayati Hasugian, ibunda Daperum Nainggolan, saat ditemui di rumah duka di Pangururan, Samosir. (Ramsiana Gultom/Metro Siantar)

NewTapanuli.com, Pangururan – Pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan (39) di Bekasi menyisakan duka mendalam bagi keluarga beesar Nainggolan di kampung halamannya Hariara III, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Kini, mereka menunggu kedataangan 4 jenazah yang masih dalam perjalanan. Jenazah keluarga Daperum diperkirakan tiba pada Kamis (15/11/18) pagi.

Saat wartawan Metro Siantar (grup New Tapanuli) tiba di rumah duka pada Rabu (14/11/18) sore, kondisi terlihat sepi, berbeda dengan keadaan rumah duka pada umumnya. Di Halaman rumah telah terpasang tratak dan kursi plastik yang tersusun rapat.

Seorang perempuan paruh baya, ibu korban, bernama Nurhayati Hasugian (Op. Robby Nainggolan) terlihat duduk murung di teras rumah duka. Raut duka terlihat jelas saat wartawan media ini berusaha mengajaknya bicara tentang kejadian yang menimpa anak, menantu dan cucunya.

Namun Nurhayati sudah tampat tegar. Dia hanya bisa menyesali kejadian yang menimpa anak, menantu dan kedua cucunya, dan berharap pelaku segera ditemukan.

“Saya sebagai orangtua meminta sepenuhnya kepada pihak kepolisian yakni kepada Bapak Kapolda Metro jaya agar secepatnya mengusut tuntas kasus pembunuhan anak saya ini dan jika berhasil ditemukan, seluruh pelaku agar dihukum mati. Saya beserta keluarga besar Nainggolan meminta kepada bapak Jokowi untuk menghukum mati pelakunya,” kata Nurhayati dengan mata berkaca-kaca.

Nurhayati juga menyesalkan lemahnya sistem penjagaan di pos lokasi kejadian, sehingga peristiwa tragis ini sampai menimpa seluruh keluarga anaknya.

“Saya juga menyesalkan lemahnya sistem penjagaan di kompleks kejadian. Apakah tidak ada Satpam yang melihat tindakan mencurgikan saat itu?” katanya. (ana/ms/nt)

Bagikan:
Loading...